Tiang Beton Patah Dihantam Pohon, Jalur Teluk Air Karimun Sempat Lumpuh Total

Sejumlah petugas saat mengevakuasi tiang listrik yang patah akibat pohon tumbang di Teluk Air Karimun, pagi tadi. (ft ricky)

Karimun – Senin (6/4/2026) subuh, Kelurahan Tanjung Balai Kota dicekam suasana mencekam. Di tengah guyuran hujan lebat dan amukan angin kencang yang menderu sejak dini hari, sebuah pohon raksasa tumbang dan menghantam jaringan listrik tegangan menengah di Jalan Tanjakan Teluk Air.

Hantaman keras itu tak hanya merobohkan dahan, tetapi juga mematahkan tiang listrik beton hingga melintang gagah menutupi badan jalan. Seketika, aliran listrik di wilayah sekitar terputus, meninggalkan warga dalam kegelapan pekat.

Peristiwa dramatis ini pertama kali terendus sekitar pukul 05.15 WIB. Ade Putra Ritongga, seorang teknisi jaringan yang tengah berpatroli menembus hujan demi mencari titik pemadaman, dikejutkan oleh pemandangan mengerikan. Tiang beton yang patah berserakan bersama rimbunnya pohon tumbang, menutup akses utama jalan bak barikade bencana.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem menjadi dalang di balik kekacauan ini.

“Pohon tumbang dengan kekuatan besar langsung menghantam jaringan vital. Tiang beton patah dan melintang, menciptakan situasi yang sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” tegas AKP Andri.

Operasi pembersihan dimulai saat fajar menyingsing. Pukul 06.55 WIB, pasukan oranye dari PT Makmur Bai Sukses (MBS) tiba di lokasi. Suara gergaji mesin memecah keheningan saat petugas mulai memutilasi batang pohon raksasa dan menyingkirkan material beton yang menghalangi jalur.

Di sisi lain, personel Satuan Lalu Lintas Polres Karimun bersama petugas Polsek Balai Karimun harus berjibaku mengatur arus kendaraan yang mulai menyemut, memastikan tidak ada kekacauan lebih lanjut di titik evakuasi.

Perjuangan petugas di bawah sisa-sisa hujan akhirnya membuahkan hasil. Tepat pukul 08.10 WIB, tiang beton berhasil diangkat dan jalur Tanjakan Teluk Air kembali bernapas normal.

Koordinator Teknisi Yantek PT Dredolf, Berman Simanjuntak, memastikan timnya bekerja ekstra cepat untuk menyambung kembali nadi kelistrikan masyarakat yang sempat terputus.

“Jaringan sudah normal kembali. Kami bergerak secepat mungkin agar aktivitas warga tidak lumpuh lebih lama. Jika masih ada sisa gangguan, segera lapor, kami bersiaga,” pungkas Berman.

Beruntung, meski tiang beton hancur berkeping, tidak ada korban jiwa dalam tragedi subuh ini. Alam mungkin sedang menguji, namun kesigapan petugas di lapangan berhasil mencegah bencana ini berubah menjadi duka. (rko)