Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api, Kota Batam Fokus Doa Bersama dan Solidaritas untuk Sumatra

Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merayakan pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang berbeda. Tahun ini, langit Batam dipastikan akan sunyi dari kembang api sebagai bentuk empati dan solidaritas bagi para korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatra.

Langkah ini diambil menyusul bencana alam yang baru-baru ini melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemerintah Kota Batam mendorong warganya untuk mengganti perayaan hura-hura dengan aksi nyata berupa penggalangan dana dan doa bersama.

Kebijakan ini diperkuat dengan terbitnya Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 53 Tahun 2025 tentang Perayaan Pergantian Tahun Baru 2026. Larangan ini juga selaras dengan arahan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Wujudkan Empati Lewat Doa

Wali Kota Amsakar berharap momen pergantian tahun menjadi ajang refleksi diri. Ia mengajak warga Batam untuk berkumpul bersama keluarga di rumah atau tempat ibadah guna memanjatkan doa keselamatan bagi bangsa.

“Ini adalah bentuk kepedulian dan empati terdalam kita terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah di Sumatra. Kami ingin pergantian tahun di Batam berlangsung sederhana, namun penuh makna dan doa,” ujar Amsakar.

Melalui imbauan ini, Pemerintah Kota Batam berharap perayaan Tahun Baru 2026 menjadi simbol kuatnya kepedulian sosial masyarakat Batam. Selain menjaga ketertiban, aksi ini diharapkan mampu meringankan beban para korban bencana di daerah tetangga. (*/rst)