Orang Tua Wajib Tahu, 7 Tips Ampuh Menjaga Kesehatan Mental Anak Sejak Dini

Ilustrasi orangtua dengan anak. (ft halodoc)

Perhatian orang tua sering kali terfokus pada kesehatan fisik anak, padahal kesehatan mental memiliki peran yang tak kalah krusial. Mental yang sehat adalah fondasi utama agar anak dapat tumbuh, berpikir jernih, belajar hal baru, dan bersosialisasi dengan optimal.

Kesehatan mental bukan hanya soal mencegah gangguan kejiwaan, tetapi juga tentang bagaimana anak mengelola emosi dan bangkit dari kesulitan. Berikut adalah panduan praktis bagi orang tua untuk membangun fondasi mental yang kuat pada buah hati:

Mengapa Kesehatan Mental Anak Penting?

Anak dengan mental yang sehat cenderung memiliki karakter positif: tidak mudah tantrum, mudah beradaptasi, dan komunikatif. Sebaliknya, pengabaian terhadap kesehatan mental dapat meningkatkan risiko gangguan seperti ADHD, depresi, dan gangguan kecemasan di masa depan.

Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak

1. Bangun Kepercayaan Diri

Apresiasi adalah kunci. Berikan pujian yang tulus saat anak berhasil melakukan hal baru atau menunjukkan perilaku baik. Ajarkan mereka untuk jujur dan berani mengakui kesalahan tanpa rasa takut yang berlebihan. Hindari ucapan yang merendahkan harga diri anak.

2. Berikan Waktu Bermain yang Cukup

Bagi anak, bermain adalah cara mereka mengeksplorasi dunia. Melalui bermain, anak belajar memecahkan masalah secara kreatif. Pastikan mereka memiliki waktu luang yang cukup dari jadwal akademik untuk sekadar bersenang-senang.

3. Ciptakan Ruang Sosialisasi

Interaksi dengan teman sebaya membantu anak mengenali kelebihan dan kekurangan diri. Sosialisasi juga mengajarkan empati dan cara hidup berdampingan dengan orang lain. Ajaklah anak ke taman bermain atau komunitas yang sesuai dengan usianya.

4. Berikan Perhatian dan Kasih Sayang Penuh

Banyak gangguan mental berakar dari pola asuh yang kurang perhatian. Tunjukkan kasih sayang secara fisik dan verbal, seperti pelukan hangat, ciuman sebelum tidur, atau sekadar bertanya, “Bagaimana perasaanmu hari ini?”

5. Jalin Kedekatan Emosional (Bonding)

Luangkan waktu khusus tanpa gangguan gadget untuk beraktivitas bersama, seperti membaca buku atau berkebun. Hubungan yang erat menciptakan rasa aman (secure attachment), sehingga anak merasa memiliki tempat bersandar saat merasa tertekan.

6. Ajarkan Cara Mengelola Stres (Coping Mechanism)

Validasi perasaan anak. Beritahu mereka bahwa merasa sedih, kecewa, atau marah adalah hal yang wajar. Ajarkan cara meredakannya, misalnya dengan menarik napas dalam, bercerita, atau melakukan hobi yang menenangkan.

7. Berikan Kritik yang Membangun

Saat anak melakukan kesalahan, fokuslah pada perilaku yang salah, bukan pada pribadi anaknya. Hindari menghakimi atau memberi label negatif (seperti “nakal” atau “bodoh”). Kritik yang membangun membantu anak memperbaiki diri tanpa merusak mentalnya.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Ahli?

Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika Anda melihat perubahan perilaku yang drastis, seperti:

Menarik diri dari lingkungan.

Perubahan pola makan atau tidur yang ekstrem.

Kesedihan yang berlarut-larut tanpa alasan jelas.

Menjaga kesehatan mental anak adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka yang bahagia dan berkualitas. (rsd/berbagaisumber)