Gangguan terhadap distribusi air bersih ini sudah menjadi keluhan utama masyarakat sejak beberapa bulan terakhir, bahkan saat Ramadan lalu.
“Sekitar seminggu lalu, saya sudah rapat bersama pengelola. Saya sampaikan, jika ada masalah segera diselesaikan,” tegas Rudi di hadapan awak media, belum lama ini.
Orang nomor satu di Kota Batam itu juga mengakui bahwa persoalan air sudah terjadi sejak masa transisi pengelolaannya. Sekitar dua atau tiga tahun terakhir lalu.
Meski di beberapa titik suplai air masih terganggu, Rudi meminta agar pengelola dapat segera menyelesaikan permasalahannya dalam tiga bulan ke depan.
“Sampai hari ini, menurut saya, permasalahan di beberapa titik sudah selesai. Tak dapat dipungkiri, persoalan air menjadi prioritas BP Batam. Karena ini hak dasar seluruh masyarakat,” tambahnya.

