Menkes Budi Gundai: Penderita Kanker Harus Lebih Cepat Ditangani

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat melakukan kunjungannya ke RS Dharmais, Jakarta. (ft kemenkes)

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan kanker masih menjadi penyakit yang mematikan. Untuk itu Budi Gunadi deteksi dini efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker agar penangangan dapat lebih cepat dilakukan.

Itu merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan RS Kanker Dharmais. Melalui keterangan resmi yang lendoot kutip InfoPublik, Kamis (9/11/2023), Budi Gunadi berharap pasien kanker bisa dideteksi lebih dini dan perawatannya disediakan untuk pasien kanker.

“Kalau itu bisa dilakukan mudah-mudahan pasien kanker di Indonesia sebagian besar bisa sembuh dan masyarakat kita lebih produktif dan Indonesia Jadi negara yang lebih sehat,” kata Menkes Budi.

Ia meyakini kanker harus ditangani lebih dini. Maka dari itu, RS Dharmais diminta membuat strategi nasional bagaimana caranya di seluruh Indonesia agar kanker terdeteksi lebih cepat 80-90 persen.

“Jadi, teknik-teknik skrining dan deteksi dini, mulai dari cara sederhana sampai cara yang sangat canggih. Itu harus segera di develop oleh Dharmais dan standarnya harus didorong ke seluruh titik layanan kesehatan yang paling ujung,” kata Menkes Budi.

Untuk deteksi dini kanker, Direktur RS Kanker Dharmais Soeko mengatakan pihaknya untuk menambah tiga layanan unggulan. Pertama, Linac Elekta Synergy atau alat Radioterapi yang digunakan untuk membunuh sel kanker dengan metode sinar.

Alat kedua yang diresmikan adalah SPECT-CT untuk mendiagnosis sel kanker dengan menggunakan nuklir. Ketiga, layanan genomik yang digunakan untuk menilai risiko seseorang terkena kanker.

Selain itu pemeriksaan genomik juga bisa digunakan untuk membantu diagnosis, menentukan jenis pengobatan yang lebih presisi serta memantau keberhasilan terapi pada pasien kanker.

“Dengan genomik ini, orang sehat diambil darahnya, diperiksa. Kita sekarang ada 113 panel dan itu bisa mendeteksi sembilan jenis kanker yang kemungkinan orang itu berpotensi (kanker) atau tidak. Jadi bisa diketahui sejak dini, sebelum dia kena kanker,” kata Soeko.

Lanjutnya, alat-alatnya canggih dan RS Dharmais sudah bisa memberikan layanan itu sekarang, sebagai wujud penambahan kompetensi untuk layanan kanker di Indonesia. (*/rsd)