Karimun, Lendoot.com – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) kembali terjadi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dalam beberapa pekan terakhir.
Warga terpaksa berebut gas elpiji 3 kg di agen dan pangkalan, salah satunya di minimarket penyedia gas elpiji tersebut di Batu Lipai. Antrian panjang dan kerumunan warga sering terlihat di tempat-tempat penjualan gas elpiji.
Penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg di Karimun belum diketahui secara pasti. Dugaan sementara adalah karena keterlambatan distribusi dari agen ke pangkalan.
Pemkab Karimun telah berupaya mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg ini. Salah satu upayanya adalah dengan mempercepat distribusi gas elpiji dari agen ke pangkalan.
Bupati Karimun Aunur Rafiq juga telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengawasi agen dan pangkalan gas elpiji agar tidak melakukan penimbunan.
Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang dikelola oleh PT Palugada Karimun Sejahtera di Kecamatan Meral baru akan beroperasi pada 1 Juli 2024 mendatang. Beroperasinya SPBE ini diharapkan dapat memperlancar distribusi gas elpiji di Karimun dan mengatasi kelangkaan yang terjadi saat ini.
Meski sudah diresmikan, SPBE Karimun yang berada di Jalan Sememal RT 003 RW 001 Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat belum beroperasi. (msa)




