Lingga – Suasana penuh emosional menyelimuti Kantor Kecamatan Singkep Barat pada Kamis (5/2/2026). Setelah enam tahun mendedikasikan diri sebagai Camat, Febrizal Taupik resmi berpamitan kepada seluruh staf, tokoh masyarakat, dan jajaran pimpinan desa dalam sebuah prosesi perpisahan yang sarat akan rasa kekeluargaan.
Selama masa jabatannya yang tergolong panjang, Febrizal Taupik dikenal sebagai sosok yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat untuk memajukan wilayah Singkep Barat.
Sambil menahan haru saat bersalaman dengan para staf dan tokoh masyarakat, Taupik mengungkapkan bahwa dukungan penuh dari para Kepala Desa dan warga adalah kunci utama kelancaran berbagai program kerja selama enam tahun terakhir.
“Menjabat selama enam tahun merupakan perjalanan yang panjang bagi saya. Menjadi kebanggaan tersendiri bisa melayani di sini karena dukungan masyarakatnya yang luar biasa,” ujar Taupik dengan suara bergetar, Kamis (5/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Taupik secara khusus menitipkan sejumlah agenda penting kepada suksesornya. Ia berharap prestasi Singkep Barat, terutama di sektor keagamaan seperti perhelatan STQ dan MTQ, dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Selain prestasi keagamaan, ia juga menyinggung beberapa pekerjaan rumah yang belum tuntas, salah satunya penguatan sektor ketahanan pangan.
“Kami menitipkan tugas kepada Camat yang baru untuk terus berupaya meningkatkan capaian di Singkep Barat. Semangat gotong royong yang sudah menjadi budaya di sini harus terus dijaga dan diperkuat,” tambahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Singkep Barat, Susi Yenti, menyampaikan apresiasi sedalam-dalamnya atas fondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh Febrizal Taupik. Ia menilai kepemimpinan Taupik telah membawa banyak perubahan positif bagi kecamatan.
“Insya Allah, dengan perubahan ini kita akan berupaya meningkatkan Singkep Barat menjadi lebih baik lagi. Kami mohon dukungan dari seluruh tokoh masyarakat dan cerdik pandai agar program yang belum terlaksana dapat segera kita wujudkan bersama,” kata Susi Yenti optimis.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Febrizal Taupik tak lupa menyampaikan permohonan maaf jika selama masa pengabdiannya terdapat kekurangan atau harapan warga yang belum terpenuhi secara maksimal. (wan)




