Seperti diketahui, Kasus DBD di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau saat ini mengalami lonjakan cukup tinggi dengan mencatat 42 kasus pertanggal 16 Januari 2022.
“Saya menegaskan kepada jajaran Camat, Lurah Kades RT dan RT untuk melakukan gerakan 3 M dan menaburkan bubuk abate ditempat- tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk,” kata Rafiq, Rabu (19/1/2022).
Rafiq mengatakan, nyamuk DBD bukan hanya bersarang di lingkungan kotor, melainkan juga di tempat- tempat penampungan air bersih. Sehingga, gerakan 3 M sangat efektif untuk melakukan pencegahan penyebaran DBD.
“DBD ini berkembang biak di air- air bersih, oleh karena itu gerakan 3M sangat diperlukan ditambah dengan penaburan bubuk abate,” katanya
Rafiq juga memerintahkan kepada jajarannya terkhusus di daerah- daerah yang memiliki kasus DBD tertinggi dilakukan fogging untuk pencegahan penularan.
“Jadi untuk Camat, Lurah, Kades, RT dan RW lakukan pengawasan. Kepada orang tua juga apabila ada keluarga atau anak mereka yang sedang sakit demam, segera bawa berobat,” katanya.
” Jangan menunda-nunda, apalagi mereka yang tinggal daerah- daerah yang kasusnya sedang tinggi. Jadi bawa berobat segera, DBd ditanggung oleh Pemerintah daerah,” katanya.(rko)




