Anjal Peminta-minta di Lampu Merah Karimun Ramai Lagi! Berikut Tanggapan Beragam Warganya

Kondisi ini membuat sejumlah masyarakat resah. Selain ada yang resah, sebagian masyarakat lainnya ada yang memakluminya. Yang merasa resah berkata,”kenyamanan kami jadi terganggu kalau sampai harus ketuk-ketuk kaca mobil saat meminta-minta.” “Ini juga potret buruk pembangunan daerah kita. Malu kalau saya bawa kawan dari luar Karimun melihat kota kecil begini, banyak anak jadi pengemis begini,” ujar Ani seorang warga Karimun kepada Lendoot.com memberikan tanggapannya. Yang memaklumi berujar,”maklum sajalah. Kalau ada rezeki ya kita bagi. Kalau tidak, ya sudah biarkan saja. Tak perlu sibuk lah.” “Mungkin saja kan orangtua anak-anak itu memang tak ada kerja, wajar mereka begitu untuk menyambung hidup,” ujar Rina seorang warga lainnya.

Karimun, Lendoot.com – Awal Februari 2023 lalu, Satpol PP Kabupaten Karimun sudah melakukan pengamanan terhadap beberapa anak jalanan (Anjal) yang mangkal di Jalan A Yani, atau di Lampu Merah Sei Lakam, Kabupaten Provinsi Kepri.

Lima bulan berselang, Anjal lainnya sudah mulai muncul lagi di kawasan yang sama. Beberapa anak terlihat masih berusia di bawah enam tahunan itu terlihat meminta-minta kepada pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala.

Beberapa anak itu juga terlihat tidak sungkan mengetuk-ngetuk kaca mobil pengendara agar mendapat belas kasihan, kemudian bisa mendapatkan recehan dari si pengendara.

Bahkan, beberapa Anjal juga kerap melakukan tindakan berbahaya dengan bermain di jalanan. Seperti memanjat- manjat bak belakang mobil Pick-up yang sedang berhenti, bahkan berteriak-teriak dengan sesamanya di lokasi lampu merah tersebut.

BACA JUGA

Kondisi ini membuat sejumlah masyarakat resah. Selain ada yang resah, sebagian masyarakat lainnya ada yang memakluminya.

Yang merasa resah berkata,”kenyamanan kami jadi terganggu kalau sampai harus ketuk-ketuk kaca mobil saat meminta-minta.”

“Ini juga potret buruk pembangunan daerah kita. Malu kalau saya bawa kawan dari luar Karimun melihat kota kecil begini, banyak anak jadi pengemis begini,” ujar Ani seorang warga Karimun kepada Lendoot.com memberikan tanggapannya.

Yang memaklumi berujar,”maklum sajalah. Kalau ada rezeki ya kita bagi. Kalau tidak, ya sudah biarkan saja. Tak perlu sibuk lah.”

“Mungkin saja kan orangtua anak-anak itu memang tak ada kerja, wajar mereka begitu untuk menyambung hidup,” ujar Rina seorang warga lainnya.

Sebelumnya, Anjal yang pernah ditertibkan Satpol PP Karimun awal Februari lalu sudah dilakukan pendataan dan pembinaan di Kantor Satpol PP Karimun. Petugas, juga memanggil orang tua dari anak- anak jalanan itu untuk datang menjemput dan diberikan pembinaan.

Menyoroto kondisi memprihatinkan tersebut, sebagian masyarakat berharap agar pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Meski bagaimanapun, Anjal adalah generasi yang harus mendapatkan perhatian pemerintah.

BACA JUGA

“Di sinilah pemerintah harus hadir. Anjal juga anak Indonesia yang wajib mendapat perhatian. Dalam undang-undang negara kita, mereka harus dilindungi. Jadi kurangi pencitraan dan kegiatan seremoni yang habis-habiskan anggaran, sementara sebagian masyarakatnya masih kesusahan dan tidak terperhatikan,” harap Ani lagi. (msa)