BPJS Ketenagakerjaan Natuna Ajak Media Perkuat Edukasi Perlindungan Pekerja

NATUNA – BPJS Ketenagakerjaan Natuna mengajak insan pers memperkuat edukasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko yang dapat terjadi selama bekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Natuna, Hendra Harry Jonna, mengatakan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai program perlindungan pekerja sekaligus menjadi mitra kritis bagi instansi pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan ngopi bareng bersama PLN Natuna, BPJS Kesehatan Natuna, Pelni dan Pelni Logistics, serta awak media di Kedai Kopi Ranai Square, Ranai, Selasa (27/10/2026).

Hendra mengapresiasi dukungan wartawan yang selama ini membantu menyebarluaskan informasi mengenai layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Ia juga menilai kritik dan masukan dari media diperlukan untuk mengidentifikasi kekurangan serta meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, hubungan antara instansi dan media tidak seharusnya terbatas pada pemberitaan kegiatan seremonial.

Komunikasi yang terbuka juga diperlukan agar persoalan di lapangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman wartawan yang selama ini mendukung kami, baik melalui pemberitaan maupun melalui fungsi jurnalistik sebagai pengingat ketika ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Ia menilai kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat Natuna menjadi tantangan bersama bagi berbagai instansi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Namun, menurut Hendra, keterbatasan dan tantangan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti berkarya maupun mengembangkan pelayanan.

Ia menekankan pentingnya kehadiran layanan publik yang mampu mendukung masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Transportasi, pasokan listrik, jaminan kesehatan, dan perlindungan ketenagakerjaan memiliki peran yang saling melengkapi dalam menunjang kehidupan masyarakat.

Dalam konteks ketenagakerjaan, perlindungan sosial diharapkan membantu pekerja menghadapi risiko yang dapat mengganggu kondisi ekonomi mereka dan keluarga.

Hendra juga berharap pemberitaan media dapat membantu masyarakat memahami bahwa berbagai program pelayanan tersedia untuk mendukung kebutuhan mereka, termasuk perlindungan bagi pekerja.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pemberitaan yang membangun bukan berarti menutup mata terhadap persoalan yang ada. Kritik yang disampaikan secara profesional justru menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki pelayanan.

“Harapan kami, melalui kontribusi teman-teman wartawan, instansi yang kita cintai ini dapat berkembang sesuai harapan, bahkan melampaui harapan masyarakat,” katanya.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu ruang komunikasi antara BPJS Ketenagakerjaan Natuna dan insan pers untuk mempererat kemitraan sekaligus memperluas penyampaian informasi mengenai pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja.

Dengan dukungan komunikasi yang baik, edukasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan mendorong meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya perlindungan saat bekerja. (Rap)