Stok Pertalite Kosong di Dabo Singkep, Pihak Kecamatan Lakukan Sidak ke Sejumlah Kios

Pihak Kecamatan Singkep bersama Bagian Ekonomi melakukan sidak di beberapa kios di Dabo Singkep, kemarin. (ft wandi)

Lingga – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang melanda wilayah Dabo Singkep selama dua hari terakhir mulai memicu keresahan warga. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Singkep bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kios minyak pada Senin (4/5/2026).

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Mayoritas kios pengecer kehabisan stok, sementara beberapa kios lainnya hanya menyisakan beberapa liter bensin untuk kebutuhan darurat.

Kasi Ekbang Kecamatan Singkep, Eliati, mengonfirmasi bahwa kekosongan ini terjadi secara menyeluruh di tingkat pengecer.

“Kami sudah mengecek beberapa kios. Bahkan kios yang biasanya mengambil jatah 10 ribu liter pun kini stoknya nyaris habis. Sisanya sengaja disimpan hanya untuk kebutuhan sangat mendesak, seperti mobil ambulans,” ujar Eliati.

Eliati menjelaskan bahwa kelangkaan ini merupakan dampak dari terhambatnya pasokan di tingkat agen. Berdasarkan informasi yang diterima, kapal pengangkut BBM saat ini masih berada di Tanjung Uban dan sedang dalam antrean pengisian.

“Pihak kios ingin mengambil stok ke agen, namun agen pun dalam kondisi kosong. Distribusi diperkirakan baru akan tiba di Dabo Singkep dalam satu hingga dua hari ke depan,” jelasnya.

Dalam sidak tersebut, pihak kecamatan juga menyoroti adanya ketimpangan antara kuota rekomendasi dengan realisasi pengambilan di lapangan. Meski secara administrasi tersedia rekomendasi hingga 271 ribu liter, namun serapan tiap kios tidak selalu maksimal.

“Ada kios yang mengajukan rekomendasi besar, misalnya 10 ribu liter, namun kenyataannya hanya mengambil sekitar 6 ribu liter. Ini yang sedang kami evaluasi agar distribusi lebih efektif,” tutur Eliati.

Untuk meminimalisir risiko keamanan akibat penumpukan BBM di wilayah padat penduduk, pihak kecamatan kini menerapkan skema pengambilan bertahap. Kios yang memiliki kuota besar diwajibkan mengambil jatah mereka secara berkala, misalnya 3.000 liter per pengambilan.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Singkep akan berkoordinasi ketat dengan pihak kelurahan untuk mendata kebutuhan riil setiap kios. Langkah ini diambil agar distribusi BBM di masa mendatang lebih tepat sasaran dan meminimalisir potensi kelangkaan serupa kembali terjadi. (wan)