Lingga – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi, tetapi juga berhasil membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk Lingga.
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan banyak tenaga kerja setiap hari untuk mengolah bahan makanan menjadi hidangan sehat bagi siswa, balita, dan ibu hamil. Di Dabo Singkep, dapur SPPG melayani hampir 4.000 orang setiap hari, sebuah tanggung jawab besar yang memerlukan standar upah yang memadai.
Kepastian Upah dan Perlindungan BPJS, Kepala Dapur SPPG Dabo Singkep, Irdian Hariyadi menegaskan bahwa pihaknya berupaya memastikan pekerja menerima upah yang sesuai dengan aturan yang berlaku di daerah.
“Kita berikan upah sesuai standar UMK Kabupaten Lingga,” kata Irdian, Senin (29/9/2025).
Meski demikian, Irdian mengakui bahwa tidak semua pekerja menerima gaji setara UMK. Sebagian pekerja mendapat upah di bawah standar karena mengikuti ketentuan dari pusat. “Ada yang sesuai standar, ada juga yang di bawah,” ujarnya.
Selain gaji, Dapur SPPG juga sedang memproses jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh karyawan. “Kami sedang proses pemenuhan BPJS bagi seluruh karyawan,” tambahnya.
Masyarakat Lingga berharap program MBG terus berkembang, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan menjamin upah yang adil serta sesuai aturan bagi para pekerjanya. (wan)




