Atasi Kelangkaan Beras di Karimun, Gubernur Kepri: Jangan Didistribusi ke Provinsi Lain

Batam – Pemprov Kepri memastikan distribusi beras ke daerah kembali normal setelah sempat terganggu. Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menegaskan bahwa pasokan beras, baik kualitas premium maupun medium, kini sudah tersedia di Kabupaten Karimun, yang sebelumnya mengalami kelangkaan selama hampir dua pekan.

“Sekarang sudah mulai cukup tersedia. Kemarin ada problem teknis dan sekarang sudah mulai normal lagi,” kata Ansar usai menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri di Hotel Harmoni One, Batam Centre, pada Minggu (24/8/2025) malam tadi.

Untuk mengantisipasi kekosongan, Pemprov Kepri bersama sejumlah institusi terkait langsung menyalurkan beras ke Karimun. Namun, Ansar mengingatkan agar distribusi bahan pokok tidak disalahgunakan. “Beberapa institusi membantu. Tapi kan yang tak boleh itu bahan pokok seperti beras dibawa ke provinsi lain,” tegasnya.

Perhitungan Kebutuhan Beras dan Pengawasan Ketat

Saat ini, Pemprov Kepri tengah menghitung kebutuhan beras di setiap daerah, termasuk Karimun dan Bintan. Perhitungan ini penting agar pengadaan beras—melalui impor maupun kerja sama dengan Bulog—benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di pulau-pulau.

“Kita hitung dulu berapa kebutuhan di Karimun, berapa di Bintan, melalui badan pengusahaan masing-masing. Jadi nanti jumlah yang masuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kepri, khususnya di pulau-pulau. Untuk sekarang, beras premium sudah tersedia, kita kerja sama dengan Bulog,” jelas Ansar.

Sebelumnya, masyarakat Karimun menghadapi kelangkaan beras yang menyebabkan sejumlah merek hilang dari pasar dan minimarket. Kondisi ini membuat pedagang makanan dan rumah makan kesulitan mendapatkan bahan baku utama.

Dengan adanya pengawasan distribusi dan langkah antisipasi yang dijalankan pemerintah, Ansar optimistis ketersediaan beras di Karimun dan daerah lain di Kepri dapat lebih terkendali.

“Yang terpenting kebutuhan masyarakat bisa terjamin. Jangan sampai ada lagi kekosongan seperti kemarin,” ujarnya. (*/rst)