Batam – Pemko Batam menegaskan komitmen untuk melanjutkan proyek strategis pelebaran Jalan Raja M Saleh atau Simpang Cikitsu sesuai rencana, meskipun saat ini masih dalam tahap lelang. Proyek ini bertujuan meningkatkan infrastruktur dan memperlancar konektivitas, terutama akses menuju Bandara Internasional Hang Nadim.
“Masih dalam proses lelang, namun kami pastikan proyek ini tetap berjalan,” ujar Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (8/4/2025).
Proyek yang awalnya dijadwalkan mulai pada Februari 2025 mengalami penyesuaian karena proses perencanaan dilakukan pada tahun anggaran yang sama. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa proyek kini memasuki masa tender.
“Berdasarkan jadwal LPSE, pemenang tender akan diumumkan pada 17 April 2025, dan kontrak ditandatangani pada 25 April. Kami targetkan pekerjaan fisik dimulai akhir April,” jelas Suhar.
Pelebaran jalan akan dilakukan dari Simpang Perumahan Papa Mama hingga Jalan Hang Tuah, menjadi empat lajur (dua lajur per arah) dengan lebar total sekitar 12 meter. Sebelumnya, kawasan ini telah ditata dengan penertiban PKL dan penebangan pohon terdampak.
“Ruas ini sering macet karena sempit dan rusak. Kebanyakan pengguna adalah kendaraan pribadi, jadi perlu ditata ulang,” kata Suhar.
Pemko Batam memastikan tidak akan ada penutupan total jalan selama pengerjaan. Proyek akan dikerjakan bertahap, dimulai dari satu sisi, agar lalu lintas tetap berjalan normal.
“Kami mengutamakan kelancaran aktivitas warga. Meski proyek berlangsung, mobilitas masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik,” tutup Suhar. (rst)




