Tanjungpinang – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Provinsi Kepri membawa hasil kerjasama usai mengunjungi Wakaf An-nur Corporation Berhad Johor Malaysia, akhir pekan kemarin.
Setelah melihat langsung peranan wakaf An-nur sebagai Nazhir Perusahaan Terbatas Publik atau Berhad (Bhd), kedatangan BWI Perwakilan Kepri juga menjajaki kerjasama pengembangan wakaf.
Ketua Pegawai Operasi Wakaf An-nur Tuan Haji Mohd Bahrin bin Bakri menyambut baik kedatangan rombongan BWI Kepri tersebut. Mereka dijamu di ruang meeting Masjid Sultan Iskandar Dato’ onn.
“Masjid Sultan Iskandar Dato Onn merupakan salah satu dari 6 masjid yang dikelola oleh Wakaf An-nur,” terang Tuan Haji Mohd Bahrin bin Bakri.
Ditambahkan, aset yang dikelola Wakaf An-nur hingga periode awal tahun 2024 telah mencapai lebih dari RM1 bilion jika dikurs rupiah sekitar Rp4 triliun.
“Aset yang kami kelola meliputi aset wakaf pada saham di KPJ Healtcare, Al Salam Real Estate Investment, Larkin Sentral, dan aset wakaf lainnya,” bebernya.
Perusahaan berbasis wakaf yang beralamat di Menara Ansar itu, memiliki pesan Istiqomah dalam kelestarian dan menjadi tagline annual report tahun 2023.
“Hal ini memberikan gambaran kepada BWI Kepri bahwa aset wakaf yang dikelola wakaf Annur telah banyak memberikan manfaat tidak hanya kepada mauquf alaih tapi juga pengembangan aset itu sendiri,” jelasnya.
Sedangkan Ketua rombongan BWI Kepri Azhar Hasyim mengatakan tujuan dari kunjungan untuk menawarkan potensi wakaf produktif yang ada di Provinsi Kepri. Sehingga menumbuhkan sektor ekonomi syariah berkelanjutan.
Pada kesempatan lain BWI Kepri mengunjungi Norliza Poultry Industries, bhd di daerah Pontian Johor. Norliza Poultry Industries merupakan perusahaan Bumiputera di bidang pemotongan ayam.
“Kami dari BWI Kepri mengajak Norliza Poultry Industries untuk berinvestasi di Kota Batam. Makanya kami memberikan proposal penawaran kerjasama pengelolaan rumah potong unggas halal,” tutur Azhar Hasyim. (*/rst)




