Pupuk Persaudaraan dan Lestarikan Budaya lewat Festival Silat Serumpun 2024

Suasana pembukaan Festival Silat Serumpun di Tanjungpinang, kemarin sore. (ft kominfotjpinang)

Tanjungpinang, Lendoot.com – Festival Silat Serumpun 2024 resmi dibuka di pelataran Tugu Sirih, Kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang, oleh Asisten I Provinsi Kepulauan Riau, Tengku Said Arif Fadillah. Acara ini dimeriahkan dengan arak-arakan ratusan pendekar dan parade silat dari berbagai perguruan di kota Tanjungpinang.

Tengku Said Arif Fadillah Mengapresiasi terselenggaranya festival dan menyebutnya sebagai solusi untuk menyebarkan dan mengenalkan budaya silat. Beliau juga menyampaikan dukungan pemerintah untuk kemajuan seni dan olahraga di Kepri, termasuk menjadikan silat sebagai daya tarik wisata melalui “sport tourism”.

Andri Rizal, Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang menyampaikan bahwa silat bukan hanya seni bertarung, tetapi juga identitas dan jati diri Melayu.

“Festival ini menjadi komitmen bersama untuk melestarikan budaya dan diharapkan dapat menginspirasi generasi muda. Kehadiran delegasi dari Malaysia dan Singapura menunjukkan silat sebagai warisan budaya bersama,” ujarnya.

Muhammad Nazri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, menjelaskan bahwa festival ini akan menampilkan berbagai kompetisi dan diikuti oleh 60 pesilat serta 280 orang dari berbagai perguruan di Tanjungpinang.

Tujuan festival ini di antaranya untuk memperkuat upaya pelestarian silat, menginspirasi generasi muda untuk mempelajari dan mencintai silat juga sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu, keterampilan, dan pengalaman dalam silat juga untuk memperkokoh persaudaraan antar pecinta silat.

Festival Silat Serumpun 2024 berlangsung selama tiga hari, dari 4 hingga 6 Juli 2024. Acara ini menampilkan berbagai kompetisi silat, seperti silat perorangan, silat berpasangan, silat bercerita, dan parade silat. Selain itu, terdapat juga berbagai pertunjukan seni dan budaya lainnya.

Festival Silat Serumpun 2024 merupakan sebuah acara yang penting untuk melestarikan budaya silat dan memperkuat persaudaraan antar pecinta silat. Festival ini juga menjadi daya tarik wisata bagi Tanjungpinang dan Kepulauan Riau. (fj)