Pertamina Sebut Stok BBM Jenis Pertalite dan Solar di Kepri Aman hingga Akhir Tahun

disampaikan Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Region Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, melalui keterangan tertulisnya seperti dikutip dari infopublik.id, Kamis (1/6/2023). Rahedi mengemukakan, untuk seluruh wilayah Jatimbalinus telah dilakukan secara bertahap untuk pendataan kendaraan pengguna BBM bersubsidi. Sejak Juni 2022 mulai pendataan kendaraan pengguna BBM bersubsidi, utamanya JBKP (Jenis BBM khusus penugasan) dan JBT (Jenis BBM tertentu). "Sampai saat ini di Kediri sendiri untuk kendaraan pengguna bahan bakar solar bersubsidi sudah 100 persen," kata Rahedi.

Bintan, Lendoot.com – Sales Area Manager Kepri PT Pertamina Patra Niaga, Bagus Handoko dalam Briefing Media di Grand Lagoi Hotel Bintan memaparkan per kota atau kabupaten di Kepri realisasi tertinggi untuk penggunaan Pertalite.

Yang menduduki puncak ada di Kabupaten Bintan di 95 persen. Biosolar realisasi tertingginya di Kabupaten Bintan dan Lingga 97 persen. Namun, secara keseluruhan, katanya, stok pertalite dan solar aman hingga akhir tahun nanti.

“Secara keseluruhan di Kepri tak ada yang over dan bisa bertahan hingga akhir tahun,” kata Bagus dalam Briefing Media di Grand Lagoi Hotel Bintan, kemarin.

Sementara itu,  PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mencatat realisasi penggunaan produk utama yang menjadi komunitas masyarakat yaitu produk Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) Solar per 26 Mei 2024 di wilayah Kepri.

Untuk pertalite realisasinya Year To Date (YTD) atau 1 Januari 2024 sampai 26 Mei 2024 dibanding dengan kuota 92 persen. Kuotanya sebanyak 185.583 KL realisasinya 170.222 KL.

 “Realisasi 92 persen masih undernya. Insyaallah tidak ada isu disini,” ujar Sales Area Manager Kepri PT Pertamina Patra Niaga, Bagus Handoko.

Untuk Biosolar realisasinya Year To Date (YTD) atau 1 Januari 2024 sampai 26 Mei 2024 dibanding dengan kuota 84 persen. Kuotanya sebanyak 64.982 KL dan realisasinya 54.902 KL.

Seperti diketahui di Kepri ada 4 Fuel Terminal yang mendukung operasional di Kepri. Pertama, Fuel Terminal Kabil, kedua, Fuel Terminal Tanjunguban (Integrated Terminal karena gabungan BBM dan LPG), ketiga Terminal Kijang Grup, keempat Natuna.

 “Pulau Sambu sekarang kita fokuskan untuk industri dan marine. Empat aja mensuplai sektor ritel,” katanya.

Kemudian lembaga penyalur di Kepri ada 54 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) reguler,  19 SPBU Kompak, SPBU mini ada 3, SPBB 5, agen minyak tanah ada 5 dan Pertashop ada 23. (rst)