Pesta Durian di Coastal Area Dituding Gagal, Dispar Beri Penjelasan ini

Suasana antrean Pesta Durian di Coastal Area, kemarin sore. (ft yudi)

Karimun, Lendoot.com – Pesta Durian dalam rangka memeriahkan GTRA (gugus tugas reforma agraria) Summit 2023 di Kabupaten Karimun, tidak berakhir seperti yang diharapkan banyak pihak.

Kekecewaan sejumlah orang terkait Pesta Durian di Coastal Area dalam rangka meraih Rekor MURI (museum rekor Indonesia) itu, menyeruak. Khususnya, bagi warga yang sudah mengantre namun tidak kebagian.

Kekecewaan juga terungkap dari kabar awal yang menyebut setiap orang mendapat satu durian, faktanya hanya mendapat satu kotak durian dengan isi bilah durian yang dinilai warga tak sesuai harapan.

Menanggapi hal ini, Panitia Pesta Durian yang juga Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Karimun, Ahadian Zulseptriyadi memberikan penjelasannya.

Dari jumlah durian yang tidak sesuai diterima warga, sampai dengan warga dalam antrean yang tidak mendapatkan durian tersebut.

“Kita buka duriannya dan dimasukkan ke dalam kotak-kotak, sebab kita tidak ingin masyarakat yang dapat durian itu kecewa. Misalnya isinya tidak bagus. Kenapa? Supaya bisa diganti yang bagus isinya,” jelas pria yang kerap disapa Adi tersebut.

Mengenai tudingan jumlah dan kualitas durian (bukan durian kundur, red) yang tidak sesuai dengan harapan, Adi juga mengakui bahwa durian yang disediakan tidak semua berasal dari Kundur.

“Musim durian di Kundur sudah mulai habis. Jadi untuk mencukupi kebutuhan, vendor mendatangkan durian dari Bengkalis. Yang penting secara jumlah sudah kita pastikan pas sesuai dengan anggarannya,” jelasnya.

Mengenai tidak terpenuhinya kebutuhan semua pengunjung akan ketersediaan durian, Adi menjelaskan bahwa semua sudah sesuai dengan yang disediakan. “Kita akui, jumlah yang kita sediakan tidak mencukupi semua pengunjung yang datang,” ungkapnya. (msa)