Lagi, PDAM Karimun Stop Distribusi Air! Berikut Lokasinya

– Dua hari belakangan ini aliran air ke pelanggannya terhentik, ternyata penyebabnya pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mulia Karimun, Kabupaten Karimun Provinsi Kepri, bocor. Pemberhentian pendistribusian air bersih sementara dari PDAM ke pelanggan sudah berlangsung selama dua hari ini. Tepatnya sejak kemarin, Jumat (25 /2/2023) sampai hari ini, Sabtu (26/2/2023). Pipa transmisi III DN 250 milimeter ukuran 10 inchi milik Perumda Tirta Mulia Karimun di wilayah Jl MT Haryono, Leho Kecamatan Tebing yang bocor sebagai penyebabnya.

Karimun, Lendoot.com – Setelah beberapa hari lalu terjadi, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mulia Karimun kembali melakukan penghentian sementara pendistribusian air bersih di sejumlah wilayah di Karimun, Rabu (28/12/2022).

Penghentian sementara pendistribusian air itu dipicu atas terjadinya kebocoran pipa pendistribusian di kawasan Leho, Kelurahan Teluk Uma dan Bukit Carok Kelurahan Tebing.

Direktur Utama PDAM Tirta Mulia Karimun Herry Budhiarto mengatakan, kembali terjadi kebocoran terhadap pipa transmisi III DM 300 di kawasan Kelurahan Teluk Uma dan Kelurahan Tebing.

“Persisnya ini perbaikan kebocoran dari sambungan pipa dari pekerjaan proyek revitalisasi lintasan pipa wilayah Kecanatan Tebing beberapa waktu yang lalu,” katanya.

Adapun dampak dari kebocoran pipa itu, sejumlah wilayah Kecamatan Tebing terdampak, antara lain Wilayah MT Haryono, Perumahan Sinar Indah, Perum Pandan Wangi, Perum Mega Sedayu Daniela, Perum Bukit Carok, Lubuk Semut, Teluk Air, Karimun Bestari, Jalan Pertambangan, Bali Indah, Naga Mas Bali, dan Telaga Mas Bali.

“Berdampak ke Kecamatan Tebing hingga Karimun. Perbaikan akan dilakukan besok, untuk waktu lama proses perbaikan, ini tergantung dari kondisi pasang surut air laut,” katanya.

Atas kerusakan tersebut, Herry menyampaikan permintaan maafnya terhadap ketidaknyamanan yang terjadi akibat kebocoran pipa yang terjadi.

Ia meminta kepada masyarakat untuk sementara waktu menghemat penggunaan air dan melakukan penampungan air selama masa perbaikan berlangsung.

“Sementara ini kami minta untuk menampung air dan mengjemat. . Kami minya maaf atas ketidaknyamanan ini,” katanya.

(*)