Hujan Debu Landa Warga Kampung Ambat Jaya, Diduga Dampak Aktivitas Sandblasting PT Saipem

Karimun, Lendoot.com – Warga sekitar perusahaan offshore PT Saipem Indonesia Karimun Branch mengeluhkan debu dari aktivitas  sandblasting  perusahaan raksasa asal Italia tersebut.

Adalah warga RT 03 dan RW 04, Desa Pangke Barat, Kampung Ambat Jaya, yang berjarak sekitar 50 meter atau tepatnya berada ring satu yang mengeluhkan hal tersebut.

Pasalnya dampak dari aktivitas sandblasting tersebut sangat mengganggu warga. Selain itu efek lainnya juga berupa pencemaran lingkungan sekitarnya.

Setelah kelurahan ini disampaikan  warga, pihak perusahaan seolah tidak peduli dengan keadaan masyarakat sekitar. Hal ini diungkapkan oleh seorang warga setempat Muslim (45).

Muslim mengatakan aktivitas pembersihan plat besi dengan menggunakan sistem sandblasting atau proses penyemprotan abrasive dengan material pasir mengandung silica, seringkali menimbulkan debu tebal yang mengotori pemukinan warga di sekitar lokasi.

“Tentunya aktifitas sandblasting dari PT Saipem sangat merugikan warga, terutama mengenai kebersihan dan kesehatan,” kata Muslim, Selasa (8/9/2022).

Menurutnya, setiap kali perusahaan melakukan aktivitas blasting, rumah warga dan seluruh perabotan yang ada di dalamnya selalu dipenuhi dengan kotoran debu.

“Terlebih jika aktivitas dilakukan pada malam hari, ini jelas-jelas sangat menggangu warga, mulai dari kesulitan beristirahat, sampai mengganggu kesehatan warga setempat seperti sesak nafas dan batuk,” ujar Muslim bernada kesal.

Pada kesempatan yang sama, Ketua  RW 04, Sulaiman (60) juga membenarkan perihal apa yang disampaikan warganya tersebut.

Aktifitas sandblasting yang dilakukan oleh PT SIKB tersebut sangat mencemari lingkungan dan permukiman warganya.Khususnya bagi warga yang menempati bilangan RT 03 dan RW 04.

“Benar, debu yang ditimbulkan dari aktifitas sandblasting PT Saipem ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Sebab setiap sandblasting beroperasi, sangat mengotori udara dan rumah-rumah warga yang terdampak, hingga menghirup debu, dan jika perlu ditutup saja aktifitas sandblasting tersebut,” paparnya.

Semetara itu, Ketua Forum Peduli Kesejahteraan Lingkungan (FPKL), Sahar Jemahat mendesak agar pihak PT Saipem segera melakukan dialog kembali untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

“Warga RT 03 dan RW 04 meminta agar PT Saipem mempertemukan perwakilan warga untuk dilakukannya audiensi atau pertemuan dengan pihak perusahaan, sehingga bisa memberikan solusi dan keputusan yang baik dan jelas,” ungkap Sahar.

Sahar mengatakan, Sustainability Facilitator At PT SIKB, Diko Getty Tuerah bukan hanya memberikan janji-janji kosong belaka.

“Dari dulu hanya omong kosong belaka. Banyak cerita saja. Padahal kita juga sudah menyurati kepada pihak perusahaan, akan tetapi hingga saat ini belum ada balasan (jawabannya, red),” ungkapnya jengkel.

Dirinya merasa kesal dengan sikap pihak PT SIKB terkesan lamban sehingga masyarakat yang dirugikan seolah tidak terpedulikan.

“Kondisi ini sebenarnya sudah sering terjadi. Namun meskipun sudah sering diberitahukan, akan tetapi pihak perusahaan selalu menganggap remeh dengan tidak menggubris keluhan-keluhan dari masyarakat sekitar,” ucap Sahar.

Sementara itu Getty Tuerah yang coba dikonfirmasi Lendoot.com terkait keluhan warga sekitar perusahaannya itu berupa pesan WhatsApp, Kamis (8/9/2022), belum mendapat balasannya.  (msa)