Tanjungpinang – Pemko Tanjungpinang siap meluncurkan Kartu Bima Sakti sebagai sistem pendataan terpadu untuk mempermudah masyarakat mengakses berbagai bantuan dan layanan pemerintah. Program berbasis digitalisasi ini dijadwalkan akan mulai diluncurkan secara bertahap pada 17 Agustus 2026.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 7.000 warga yang seharusnya berhak menerima bantuan, namun hingga kini belum tersentuh program pemerintah. Oleh karena itu, Pemko Tanjungpinang menyiapkan sistem one single data entry berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai solusi terpadu.
“InsyaAllah tanggal 17 Agustus nanti kami meluncurkan one single data entry masyarakat. NIK akan menjadi induk data utama dalam penerbitan Kartu Bima Sakti,” ujar Lis saat menghadiri penyerahan bantuan kesejahteraan sosial Pemprov Kepri di Kantor Kecamatan Tanjungpinang Timur, Selasa (4/8/2026).
Lis menjelaskan, Kartu Bima Sakti akan merekam seluruh informasi program bantuan yang diterima warga, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga program kesejahteraan sosial lainnya. Lewat integrasi digital ini, warga tidak perlu lagi repot mengurus berbagai surat keterangan fisik secara berulang.
“Tidak perlu lagi membuat surat keterangan ini dan itu. Semua sistem akan menggunakan digitalisasi,” tegasnya.
Pada tahap awal, Pemko akan menerbitkan sekitar 300 Kartu Bima Sakti. Pendataan warga miskin akan terus diperbarui secara berkala, khususnya bagi masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2.
Langkah ini juga diharapkan dapat mengakhiri polemik bantuan salah sasaran yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.
“Ke depan tidak ada lagi keluhan warga yang sudah berkali-kali diusulkan tapi tidak dapat, atau bantuan yang terus-menerus diterima orang yang sama. Data akan terus diperbarui agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tambah Lis.
Selain mempermudah masyarakat, Kartu Bima Sakti bakal memudahkan perangkat daerah dari tingkat kelurahan hingga kecamatan dalam memantau rekam jejak penerima bantuan secara transparan dan cepat.
Dalam kesempatan itu, Lis juga mengimbau warga untuk memanfaatkan berbagai layanan digital Pemko Tanjungpinang lainnya, seperti pendaftaran berobat secara daring di puskesmas dan rumah sakit agar tidak perlu mengantre lama.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, memberikan apresiasi dan menyambut positif rencana peluncuran Kartu Bima Sakti. Menurutnya, program ini menjadi terobosan penting dalam mengintegrasikan berbagai jenis layanan publik, termasuk beasiswa dan jaminan sosial. Ia berharap program ini berjalan secara berkelanjutan demi kemaslahatan warga Tanjungpinang. (fji)

