Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Wali Kota Amsakar Batam Beredar di Batam Impor, Pasokan Murni dari Produsen Dalam Negeri

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (ft emr ariranews)

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (ft emr ariranews)

Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa tidak ada aktivitas impor beras ke Kota Batam sepanjang satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.

Ia menjamin seluruh komoditas beras yang beredar di pasar lokal saat ini sepenuhnya berasal dari sentra produksi dalam negeri.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan isu terkait dugaan masuknya beras impor ke wilayah Batam. Amsakar menyatakan bahwa Pemko Batam tidak pernah menerbitkan izin impor, baik secara administratif maupun operasional.

“Setelah kami melakukan pengecekan dokumen, baik di Pemko Batam maupun BP Batam, kami pastikan tidak ada kegiatan impor beras,” tegas Amsakar seperti dikutip dari ariranews.com, Sabtu (10/1/2026).

Untuk memastikan keselarasan data daerah dan pusat, Amsakar mengungkapkan dirinya telah berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat. Bahkan, ia memenuhi undangan khusus dari Menteri Pertanian untuk memberikan penjelasan faktual terkait kondisi pangan di Batam.

“Saya bertemu langsung dengan Pak Menteri di kediamannya untuk menjelaskan bahwa Batam tidak melakukan impor. Semua pasokan beras kita murni kiriman dari dalam negeri,” ungkapnya.

Amsakar menjelaskan bahwa sebelumnya stok di gudang Bulog didominasi oleh beras medium, sementara permintaan masyarakat terhadap beras premium cukup tinggi. Merespons hal tersebut, Pemko Batam segera meminta dukungan tambahan pasokan dari daerah sentra produksi nasional.

Berdasarkan data distribusi, pengiriman beras domestik mulai masuk ke Batam secara bertahap sejak akhir November 2025:

Subang: Sebanyak 48 ton beras merek BFood Central Ramos dan Punokawan tiba melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Lampung: Pengiriman tambahan sebanyak 8 ton beras merek Punokawan.

Sulawesi: Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) tengah memproses pengiriman besar sebanyak 4.000 ton beras kemasan 50 kg.

Meskipun pengiriman dari Sulawesi sempat terkendala teknis armada transportasi, Amsakar memastikan masalah tersebut telah tertangani dan pengiriman tetap berjalan sesuai rencana.

Dengan masuknya ribuan ton pasokan dari Subang, Lampung, dan Sulawesi, Amsakar optimis cadangan beras premium bagi masyarakat berada dalam kondisi sangat aman.

Ia juga mengklarifikasi bahwa fluktuasi harga yang sempat terjadi di pasar bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan pengaruh dari komoditas strategis lainnya. Pemko Batam berkomitmen untuk terus memantau rantai distribusi guna menjaga stabilitas harga pangan bagi warga Batam. (*/rst)

Exit mobile version