Wakil Bupati Lingga menyampaikan draft Ranperda kepada Wakil Ketua DPRD Lingga saat rapat paripurna di DPRD Lingga, Senin (14/1/2022). (rd)

Lingga, Lendoot.com – Wabup Lingga, Neko Wesha Pawelloy menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranpeda) tentang Pemekaran Desa Persiapan, Senin (14/2/2022).

Penyampaian Ranperda tersebut dilaksanakan saat Rapat Paripurna DPRD Lingga di Gedung DPRD Kabupaten Lingga, rapat paripurna dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lingga.

Selain Ranperda tentang pemekerasan desa tersebut, paripurna juga membahan tentang Ranperda tentang perubahan atas Peraturan daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2018, tentang retribusi jasa usaha dan Ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 9 tahun 2018, tentang retribusi perizinan tertentu. 

Dalam pidatonya, Wabup Lingga Neko mengatakan, bahwa Ranperda tentang tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahan, merupakan sebuah kewajiban yang dapat mengubah pandangan maupun perilaku dari pelaku usaha. Sehingga dimaknai bukan sekadar tuntutan moral, tapi sebagai suatu kewajiban perusahaan yang harus dilaksanakan.

“Selain itu, tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan juga dimaknai sebagai suatu komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya pembangunan yang berkelanjutan yang merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik,” papar Neko.

Kemudian, tentang pemekaran desa persiapan menjadi desa. Bahwa, berdasarkan dua tahapan kajian akademis pada tahun 2018 dan 2019, merekomendasikan 11 calon desa yang dinyatakan dapat ditindaklanjuti ke tahap proses berikutnya.

“Berdasarkan Permendagri No 1 tahun 2017 desa persiapan adalah desa yang dipersiapkan untuk menjadi desa defenitif dengan renggang waktu paling lama 3 tahun. Desa persiapan ini dilakukan evaluasi administrasi dan teknis oleh tim evaluasi desa persiapan setiap 2 bulan sekali,” ujar Wabup Neko.

Masih kata Neko, setelah dilakukan evaluasi oleh tim evaluasi terhadap 11 desa persiapan, maka disampaikan bahwa Tujuh dari 11 desa persiapan layak untuk ditindaklanjuti ke proses selanjutnya. Sedangkan Empat desa persiapan lainnya akan dilakukan proses evaluasi kembali.

Tujuh desa tersebut diantaranya; desa Persiapan Air Batu, Desa Persiapan Kebun Nyiur, Desa Persiapan Buyu, Desa Persiapan Cempaka, Desa Persiapan Bendahara, Desa Persiapan Berjung dan Desa Persiapan Senempek.

“Sedangkan 4 desa yang masih dalam tahap evaluasi kembali diantaranya, Desa Persiapan Busung, Desa Persiapan Kentar, Desa Persiapan Pasir Lulun, dan Desa Persiapan Sebung.

Sementara, Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 8 tahun 2018 dan Ranperda perubahan atas Perda nomor 9 tahun 2018, kata Wabup, bahwa perubahan Ranperda ini sebagai tindak lanjut dari Undang Undang No 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dalam rangka memberikan kepastian hukum.

Dikatakan Neko, Pemerintah Kabupaten Lingga perlu menindaklanjuti Undang Undang Cipta Kerja tersebut dalam bentuk perubahan Perda yang berkaitan dengan persetujuan bangunan gedung yang sebelumnya dikenal dengan IMB dan penyesuaian terhadap pasal pasal perubahan tarif pada lampiran Perda tersebut.

Turut hadir pada paripurna kali ini, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lingga, serta OPD, Camat, Lurah, para Kepala desa dan BPD se-Kabupaten Lingga.(rd)