Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

UMKM Kepri Berpeluang Besar Tembus Pasar Ekspor saat Seminar di Gebyar Melayu Pesisir 2023

Seminar Nasional “UMKM Ekspor Hub Dalam Perluasan Akses Pasar Produk UMKM Hingga Mancanegara” yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Gebyar Melayu Pesisir 2023.

Seminar Nasional “UMKM Ekspor Hub Dalam Perluasan Akses Pasar Produk UMKM Hingga Mancanegara” yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Gebyar Melayu Pesisir 2023. (ft restu)

Batam, Lendoot.com – Pelaku UMKM (usaha mikro kecil menengah) di Kepri memiliki peluang besar mencapai pasar ekspor. Pasalnya, Kepri memiliki letak geografis yang strategis, berdekatan dengan negara tetangga. Terutama Singapura yang menjadi jalur pelayaran internasional.

Ini terungkap saat Seminar Nasional “UMKM Ekspor Hub Dalam Perluasan Akses Pasar Produk UMKM Hingga Mancanegara” yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Gebyar Melayu Pesisir 2023 yang digelar oleh Bank Indonesia Kepulauan Riau bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Seminar yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, kemarin, tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi dan wawasan bagi pelaku UMKM serta masyarakat mengenai peluang ekspor bagi UMKM khususnya di Kepri. Seminar juga diseminasi hasil riset studi kelayakan UMKM Ekspor Hub yang telah disusun Bank Indonesia bersama Universitas Internasional Batam.

Seminar Nasional “UMKM Ekspor Hub Dalam Perluasan Akses Pasar Produk UMKM Hingga Mancanegara” yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Gebyar Melayu Pesisir 2023.

Seminar dibuka Gubernur Kepri Ansar Ahmad; Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang diwakilkan oleh Staf Khusus, M. Riza Adha Damanik; dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Suryono.

Gubernur Provinsi Kepri, Anshar Ahmad, mengatakan Kepri memiliki 146.638 UMKM. Diakuinya UMKM Kepri meski memiliki peluang ekspor, tapi masih sulit bersaing di pasar domestik seiring dengan penerapan regulasi karena dikenakan perpajakan sebesar 11%.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Muhammad Riza Adha Damanik, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tak lepas dari peran UKM. Dalam mendukung UKM, Kemenkop UKM RI memiliki program sertifikasi gratis dan kemudahan fasilitas akses pembiayaan termasuk dalam mencapai pasar ekspor. Dia menyoroti peluang ekspor produk perikanan yang sangat sesuai dengan karakteristik Kepri yang kaya dengan produk perikanan laut.

Seminar UMKM Ekspor Hub ini sekaligus menjadi momentum penandatanganan kerjasama antar daerah (KSAD) dalam bentuk perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Jambi, dan Lampung.

Termasuk pemberian subsidi margin 0% pembiayaan UMKM oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Bank Riau Kepulauan Syariah, dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Universitas Internasional Batam. (rst)

Exit mobile version