Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Tiket Ferry Batam-Singapura Naik! Ini Dia Alasan Operator Pelayaran

Salah satu Terminal Pelabuhan internasional Batam Center dari ketinggian. (foto shipapps)

Salah satu Terminal Pelabuhan internasional Batam Center dari ketinggian srbagai pintu masuk Wisman ke Batam, beberapa waktu lalu. (foto shipapps)

Batam, Lendoot.com – Tarif tiket kapal ferry tujuan Batam-Singapura mengalami kenaikan Jadi Rp760 ribu untuk pulang pergi (PP), beberapa waktu lalu,  

Agen operator pelayaran dari kapal Majestic Fast, Viktor mengungkap komponen biaya operasional dan biaya lainnya yang membentuk tarif kapal ferry saat ini. Hal ini diungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait penyelenggaraan Ferry Batam – Singapura di Kantor BP Batam, kemarin.

Pihaknya mengaku belum menaikkan lagi tarif setelah tahun 2022 lalu. Pascapandemi Covid-19, operator kapal memang menaikkan harga tiket ferry menjadi USD76 atau Rp760 ribu (PP).

“Setelah itu, sampai saat ini, kami tidak pernah menaikkan tarif lagi,” tegas Victor.

Alasan kenaikan tarif ferry beberapa tahun lalu itu, jelasnya, disebabkan naiknya seaport tax baik di pelabuhan Singapura maupun Indonesia, Batam.

Di Singapura, seaport tax naik dari SGD7 menjadi SGD10, sedangkan di Batam Seaport Tax naik dari Rp65 ribu menjadi Rp100 ribu.

Selain seaport tax, komponen lainnya terdiri dari biaya agen pelayaran di Pelabuhan Batam sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu. Jika dihitung, menurut Victor, tarif tiket one way menjadi kurang lebih Rp 240 ribu sampai Rp 240 ribu.

 “Ini belum termasuk beban operasional di Singapura, bahan bakar minyak, spare part, dan lain sebagainya,” tambah Victor.

Di tahun 2022 saat itu, harga minyak dunia melonjak sekitar Rp 16 ribu. Meski saat ini sudah cenderung turun, tetapi perusahaan ferry masih belum dapat menurunkan tarif kapalnya. Sebab, ada komponen biaya lainnya yang meningkat, yaitu spare part yang harganya sudah melonjak sejak dari produsen di luar negeri, misalnya plat aluminium, besi, dan lainnya.

“Kenaikan harganya cukup signifikan. Dengan investasi sebesar ini, kami bisa bilang ini sebenarnya bukan bisnis yang sangat menguntungkan,” nilai Victor.

Di sisi lain, okupansi kapal ferry saat ini tidak sebanyak sebelum pandemi. Di tahun 2019, satu kapal ferry Majestic (Batam Center – Harbour Front) dapat mengangkut rata-rata 120 penumpang sekali trip; sekarang, hanya sekitar 75 penumpang per trip.

Kemudian, kapal dari Sekupang sebelumnya bisa mengangkut rata-rata 70 penumpang per trip, dan kini hanya 29 penumpang per trip.

“Kalau dibandingkan dengan ke Malaysia tentu beban operasional dan nilai investasi kapal jauh berbeda. Makanya pelayaran ke Malaysia hanya naik sedikit,” kata Victor. (rst)

Exit mobile version