Karimun, Lendoot.com – Setelah empat bulan (Mei, Juni, JuIi dan Agustus 2024), ASN di Pemkab Karimun tak menerima Tambahan penghasilan pegawai (TPP), akhirnya ada kabar baiknya.
Kabar terbaru, Bupati Aunur Rafiq mengungkapkan bahwa TPP tersebut akan segera dibayarkan. Rencananya, satu bulan akan dibayarkan, Senin (19/8/2024).
Di balik itu semua, Bupati Aunur Rafiq menyebut kendala belum dibayarkannya TPP tersebut. Dana Alokasi Umum (DAU) kini sudah tidak bisa lagi diharapkan untuk membantu.
“Biasanya DAU yang diterima untuk membayar gaji ASN dan honorer, tapi sekarang diperuntukkan untuk kesehatan dan pendidikan,” ungkapnya.
Untuk membayar gaji honorer saja tidak cukup, katanya, jadi harus menggunakan sumber dari PAD (pendapatan asli daerah) dan juga DBH (dana bagi hasil) dan transfer dari pusat maupun dari provinsi.
Kendala lainnya, jelas Bupati Rafiq, karena tiga perusahaan tambang granit di Bumi Berazam yang telah habis masa izinnya. “Ini berdampak terhadap pendapatan asli daerah kita. Dan sedang berproses pengurusan izin,” jelasnya kepafa wartawan.
Biasanya perusahaan-perusahaan tersebut memberikan kontribusi satu bulan mencapai Rp13-14 miliar, jelasnya, namun sejak izinnya habis hanya tinggal Rp6 miliar. “Kalau normal tidak akan terjadi seperti saat ini,” katanya.
Pemkab Karimun juga dihadapi dengan proses Pilkada yang membutuhkan anggaran cukup besar. “Kalau dihitung untuk anggaran Pilkada itu bisa membayar 3 bulan TPP pegawai,” katanya.
Bupati Rafiq menyebut dirinya sudah berupaya,”mudah-mudahan dana-dana transfer yang menjadi hak daerah itu bisa diberikan oleh pemerintah pusat,” harapnya.
“Sehingga sampai dengan akhir tahun 2024 yang menjadi kekurangan untuk kesejahteraan masyatakat, khususnya TPP bisa diselesaikan,” ucapnya.
“Sabar, memang kita dihadapkan dengan pegawai sekitar 8.000 orang, dihadapkan dengan 1.300 pegawai P3K yang baru, lebih dari 4.000 honorer yang semuanya harus akomodir dan lindungi,” tambah Bupati Rafiq.
Bupati Rafiq kembali menegaskan bukan memperlambat pembayaran TPP ASN Pemkab Karimun. “Saya sebagai pemimpin tentu ingin membahagiakan siapa yang saya pimpin. Ibarat orang tua pasti ingin membahagiakan anak-anaknya,” tuturnya.
Bupati Rafiq dengan kondisi saat ini pegawai dan seluruh masyarakat Kabupaten Karimun selalu menjalin silaturahim, tidak saling menghujat dan menyalahkan.
“Yakin dan percayalah, dana-dana yang ada di pemerintah daerah tidaklah saya gunakan, diperuntukkan untuk yang lain. Tapi karena memang kondisi PAD kita agak terganggu, dana transfer pusat juga terganggu, DBH kita terjadi penurunan, ini lah yang menjadi kendala-kendalanya yang pernah dihadapi saat Covid-19,” kata Bupati Rafiq. (msa)

