Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Ternyata ini Industri yang Dibangun di Rempang Batam yang Bisa Bikin Indonesia jadi Pusat Panel Surya Terbesar Dunia

Penampakan Fotovailtaik

Penampakan Fotovolltaik. (ft wikipedia)

Batam, Lendoot.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait potensi investasi yang luar biasa yang mengusung industriSolar Panel dan Fotovoltaik di Pulau Rempang.

Menurutnya, investasi yang akan ada di Pulau Rempang terkait energi listrik atau Fotovoltaik, yang bersumber dari cahaya matahari menjadikan Indonesia kelaks ebagai pusat Produksi PV, Panel Surya dan Semikonduktor dunia.

“Di Rempang itu ada potensi yang bagus, karena apa? Karena di situ nanti kau bikin Fotovoltaik. Jadi solar panel dan jadi semu konduktor kan bagus,” kata dia, di Hotel Pullman, Jakarta Barat, seperti rilis yang dikirim BP Batam, Rabu (20/9/2023).

Fotovoltaik adalah teknologi pengubahan energi dari sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung. Peralatan fotovoltaik berbentuk kumpulan sel surya yang disusun secara seri atau paralel dan disatukan menjadi modul surya.

Aplikasi fotovoltaik diwujudkan menggunakan panel surya untuk energi dengan mengubah sinar matahari menjadi listrik. Kini permintaan dunia  terus meningkat terhadap sumber energi bersih, pembuatan panel surya dan fotovoltaik.

Luhut berharap, konflik lahan yang terjadi antara pemerintah dan masyarakat Rempang, tidak sampai membuat rencana investasi produsen kaca asal China, Xinyi Group, kabur dari Indonesia dan beralih ke negara lain.

Dia berharap Indonesia dapat belajar dari pengalaman sebelumnya, sehingga dapat terus berbenah memperbaiki diri dalam menyambut berbagai macam jenis investasi yang coba ditanamkan oleh para investor di Tanah Air.

“Ya kita harapkan jangan (pindah investasinya) lah. Dulu kan kekonyolan kita juga (sehingga investasi) lari ke tempat lain. Jadi kita juga harus introspeksi, apa yang salah. Kalau kita salah, ya kita perbaiki,” kata Luhut.

Sebagai perusahaan kaca terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 20 persen, Xinyi telah berkomitmen membangun industri di Rempang Eco City, Batam, yang juga akan menjadi pabrik kedua terbesar di dunia setelah China. Karenanya, pemerintah pun menetapkan proyek pembangunan Rempang Eco City tersebut sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

 Luhut meyakini, realisasi investasi Xinyi Group itu akan berdampak besar bagi Indonesia. Selain dapat membuka lapangan pekerjaan, alih teknologi, investasi tersebut diyakini juga akan mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam produksi photovoltaic (PV), panel surya, dan semikonduktor.

Karenanya, Luhut berharap bahwa keberadaan investor asal China itu akan mampu menjadikan Indonesia, sebagai pusat atau hub produksi bagi kebutuhan PV, panel surya, dan semikonduktor.

“Kita itu jadi pusat karena sekarang ada pertikaian dari negara-negara besar, makanya kita menjadi alternatif. Bahwa ada yang kurang lebih di kita, jangan mau terus main-main. Istilahnya, tikus mati dalam lumbung padi,” ujar Luhut. (*/rst)

Exit mobile version