Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Stok Hewan Kurban Masih di Bawah 50 Persen

Karimun, Lendoot.com – Ketersediaan hewan kurban untuk wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau masih jauh dari kata cukup.

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun bahkan mencatat saat ini, stok hewan kurban belum mencapai 50 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Sukrianto mengatakan, masih belum mencukupinya kebutuhan hewan kurban untuk wilayah Karimun masih disebabkan oleh adanya larangan lengiriman hewan kurban dari wilayah yang terjangkit penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Bahkan, adanya larangan itu juga berdampak kepada daerah yang tidak ada ditemukan kasus, sehingga pendistribusian masih terkendala.

Sukri menyebutkan, untuk saat ini, wilayah bagian Sumatera hampir seluruhnya masuk dalam ketegori penyebaran PMK pada hewan.

Sementara, untuk yang masih bebas atau zona hijau kasus PMK hanya dua Provinsi, yaitu Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Lampung.

“Hanya Kepri dan Lampung masih zona hijau. Jadi ini kendala kita untuk memasok ke Karimun,” kata Sukri, Senin (6/6/2022).

Sukri mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Pusat terkait solusi terkait pemasokan hewan kurban.

“Pak Bupati melalu Stasiun Karantina sudah menyurati ke pusat. Masih menunggu,” katanya.

Disebutkan juga bahwa, untuk wilayah yang sama-sama terdampak oleh PMK, bisa melakukan pengiriman hewan kurban.

Namun, untuk dari daerag terdampak PMK tidak bisa memasok atau mengirim hewan kurban ke daerah yang masih zona hijau.

“Kalau daerah sama-sama terdampak, itu bisa memasok untuk hewan kurban. Tapi kalau dari daerah terdampak ke daerah yang tidak terdampak, itu tidak bisa,” katanya.

“Kalau kita kirim dari daerah yang ada stok, tapi harga jual nantinya jadi mahal, karena ongkos yang cukup besar,” ujar Sukri.

Hingga saat ini, diakui juga bahwa Pemprov Kepri masih melakukan rapat membahas persoalan hewan kurban yang saat ini masih menjadi kendala.

“Kekurangan paling banyak untuk di wilayah Pulau Karimun Besar ini, kalau untuk wilayah pulau tidak terlalu banyak,” kata dia.

(rko)

Exit mobile version