Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Solar Non-Subsidi Mahal, DPRD Karimun Usulkan Kuota Solar Untuk Nelayan Ditambah

Ilustrasi nelayan sedang menambatkan kapalnya di Leho Tebing, beberapa waktu lalu. . (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com –   Perbedaan harga solar bersubsidi dengan yang non-subsidi lumayan besarannya. Kondisi ini menyebabkan nelayan yang tidak kebagian jatah solar bersubsidi, akhirnya terpaksa menggunakan soal subsidi.

Perbedaan harga lumayah  jauh antara solar subsidi dan solar non subsidi mengakibatkan para nelayan merasa sangat berat menutupi biaya perjalanannya mencari nafkah sebagai nelayan.

“Solar subsidi yang diperlukan daerah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat nelayan itu 50 ribu KL (kiloloter), sementara kuota yang didapatkan dari pusat hanya 19 ribu KL. Artinya kita kekurangan 31 ribu KL solar subsidi,” ujar Rasno, Wakil Ketua II DPRD Karimun.

Defisit solar bersubsidi sebesar 31 ribu KL tersebut, katanya, menjadi sebab kelangkaan BBM solar subsidi di Kabupaten Karimun beberapa waktu lalu.

“Kami minta Dinas Perikanan Dan Kelautan kita, dan juga provinsi untuk bekerjasama dengan pemilik SPPB untuk mengajukan penambahan kuota. Sehingga kebutuhan nelayan dapat tercukupi,” ungkapnya. (raj)

Exit mobile version