Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Situs Cagar Budaya di Pulau Penyengat Dilengkapi QR Code

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno melalui video yang diunggah di akun Instagram Kemenparekraf RI mengumumkan, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Kabar menggembirakannya, Pulau Penyengat Kota Tanjung Pinang PRovinsi Kepri termasuk dalam 500 besar Desa Wisata. Atas kabar ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjung Pinang, Muhammad Nazri mengungkapkan rasa syukurnya karena Pulau Penyengat berhasil masuk dalam 500 desa wisata di ajang anugerah desa wisata Indonesia 2023 tersebut. “Alhamdulillah, setelah melewati proses kurasi dan penilaian dari dewan juri, Penyengat berhasil lolos 500 desa wisata dari 4.573 desa wisata yang mendaftar di ADWI 2023,” ucap Nazri

Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat.salah satu wisata lokal yang menarik di Tanjungpinang. (ft disparbudtjpinang)

Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, meresmikan penggunaan QR Code Situs Cagar Budaya di Pulau Penyengat, Senin (22/9/2025). Acara ini juga diisi dengan penyerahan buku tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) dari Bank Riau Kepri (BRK) Syariah serta penandatanganan MoU EDC Agen Laku Pandai.

Dalam sambutannya, Wali Kota Lis menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi modern untuk melestarikan dan mempromosikan budaya. “Di era digital ini, promosi budaya tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara konvensional. Kita harus memanfaatkan teknologi modern seperti QR Code agar lebih dekat dengan masyarakat dan generasi muda,” jelas Lis.

Dengan adanya QR Code, wisatawan dan pelajar bisa mengakses informasi sejarah dan nilai budaya Pulau Penyengat secara interaktif melalui perangkat digital. Hal ini menjadikan pengalaman wisata lebih modern, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Sinergi BRK Syariah dan Pemko Dukung Digitalisasi

Wali Kota Lis mengapresiasi kolaborasi BRK Syariah yang turut mendukung kemajuan teknologi di Pulau Penyengat. “Bersama BRK Syariah, mari kita dukung dan jalankan apa yang telah menjadi kesepakatan bersama demi perkembangan dan pembangunan Pulau Penyengat yang lebih baik. Mari kita jadikan Pulau Penyengat sebagai cagar budaya dan wisata religi yang kental akan nuansa Islami,” harapnya.

Plt. Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menjelaskan bahwa kehadiran BRK di Pulau Penyengat bertujuan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan berbagai layanan. Mulai dari informasi sejarah melalui QR Code hingga layanan perbankan dan transaksi keuangan.

“Kami percaya dengan adanya digitalisasi layanan keuangan, Pulau Penyengat tidak hanya menjadi destinasi sejarah dan budaya, tetapi juga akan menjadi pusat kemajuan ekonomi masyarakat,” ujar Helwin.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan buku tabungan program Simpanan Pelajar (Simpel), penyerahan mesin EDC kepada Agen Laku Pandai, serta pembukaan kain selubung papan QR Code Cagar Budaya di depan Masjid Sultan Riau Penyengat. (fji)

Exit mobile version