Karimun, Lendoot.com – Usai menyerahkan piala bergilir Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) X Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun kepada Gubernur Ansar Ahmad, Muhammad Rudi menargetkan kembali juara umum.
Sebelumnya penyerahan piala bergilir itu disejalankan dengan acara pembukaan STQH X Kepri di Karimun, Selasa (9/5/2023) malam.
Rudi optimistis Kafilah Batam mampu membawa kembali piala bergilir tersebut demi mengharumkan nama daerah. “Silakan tampil sebaik mungkin, harumkan nama Batam,” pesan Rudi kepada Kafilah Batam.
Sehari sebelumbnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga menegaskan, keikutsertaannya bukan hanya ingin meramaikan saja namun menetapkan target sebagai juara umum STQH X Kepri di Kabupaten Karimun ini. “Batam menargetkan juara umum di ajang STQH X Kepri,” tegas Rudi.
Bukan tanpa alas an, sebab Kota Batam sudah sangat serius menghadapi STQH X Kepri ini. Mereka menyiapkan peserta terbaik dengan pembekalan dan pelatihan yang maksimal.
Dengan usaha itu, Wali Kota Muhammad Rudi optimis Kota Batam bisa membawa pulang piala bergilir STQH Kepri. “Persiapan sudah matang, peserta sudah berangkat, tunjukkan penampilan terbaik dan semoga juara,” pesan Rudi.
Adapun, piala bergilir tersebut diserahkan kepada Pemprov Kepri selanjutnya diberikan ke Bupati Karimun, Aunur Rafiq, selaku tuan rumah STQH X tingkat Provinsi Kepri tahun 2023.
Penyerahan piala bergilir tersebut dirangkai dengan acara ramahtamah kafilah STQH ke X tingkat Provinsi Kepri, yang berasal dari 7 Kabupaten dan Kota se Provinsi Kepri, Selasa (9/5/2023) malam di halaman Astaka Utama Coastal area, Karimun.
Acara ini dihadiri oleh para qari dan qariah terbaik dari berbagai daerah di Provinsi Kepri.
Dalam acara yang penuh semangat ini, Wali Kota Batam memimpin kafilah Kota Batam dan berharap para utusan dari kota tersebut dapat memberikan penampilan terbaik dan maksimal dalam STQH X Kepri Tahun 2023.
Dalam malam pembukaan, Kota Batam pun sukses membuat meriah dengan membawa 109 rombongan dalam defile. Menggunakan teluk belanga biru, kafilah Batam mampu menjadi perhatian.
Dari seluruh cabang yang dilombakan, Batam mengikuti semua cabang lomba. Adapun cabang yang dilombakan yakni, lomba Tilawah, Hifdzil Quran 1 Jus dan 5 Juz Tilawah, Hafalal 10, 20 dan 30 juz, Tafsir Bahasa Arab, Hafalan Hadist 100 dengan sanad dan Hafalan Hadist 500 tanpa sanad.
Untuk tampil maksimal di STQH X Kepri, peserta dari Batam sudah mengikuti dua kali training center oleh LPTQ dan Pemerintah Kota Batam melalui Bagian Kesra Setdako Batam.
“Dengan upaya maksimal, Batam yakin bisa kembali juara umum,” katanya.
Di kesempatan itu pula, Rudi berharap, acara ini menjadi momen penting yang menguatkan semangat keagamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan masyarakat.
“Marilah kita bersama-sama mendoakan agar para utusan dari Kota Batam dapat tampil maksimal dan memberikan yang terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Dengan izin Allah, semoga kita dapat meraih kemenangan secara keseluruhan dan meraih gelar juara umum kembali,” ajak Rudi.
Lebih dari 117 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi Kepri turut serta dalam STQH tingkat provinsi. Para peserta akan berkompetisi dalam cabang-cabang seperti tilawah, hafalan Al-Quran, tartil, dan tafsir. Para pemenang dalam setiap cabang akan mewakili provinsi Kepri dalam ajang STQH tingkat nasional yang akan datang.
Wali Kota Rudi menekankan bahwa STQH tingkat provinsi bukan hanya menguji kemampuan para qari dan qariah dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan di antarumat Islam di Provinsi Kepri.
Tidak hanya Wali Kota Batam Rudi yang hadir, acara pembukaan STQH tingkat provinsi ini juga dihadiri oleh Nurdin Basirun Gubernur Kepri Periode 2016-2019, Isdianto Gubernur Kepri Periode 2020-2021, DPD RI Ria Saptarika, Forkopimda Kepri, Bupati dan Wali Kota, tokoh agama, pejabat pemerintah daerah, dan para undangan lainnya. Mereka memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta untuk tampil sebaik mungkin dalam setiap lomba.
Rudi berharap STQH ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkompetisi secara sehat, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar umat Islam serta memperkuat semangat keagamaan dan cinta terhadap Al-Qur’an di masyarakat provinsi Kepri.
“Dengan harapan yang tulus, semoga acara ini berjalan lancar dan sukses, serta menjadi wahana untuk memperkokoh tali persaudaraan dan keimanan di kalangan umat Islam,” tutupnya. (*/ddh)

