Karimun, Lendoot.com – Bank Indonesia menggelar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Kelurahan Harjosari Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Selasa (20/9/2022).
Gerakan ini sebagai upaya Bank Indonesia terkait tiga fokus utama mengatasi inflasi yakni peningkatan produksi pangan, perluasan kerjasama antar daerah, dan stabilisasi harga pangan.
Kepala Perwakilan BI Kepri, Musni Hardi Kusuma Atmaja mengatakan, pemberian bibit cabai ini menyasar Kelompok Tani Wanita (KWT) di Kelurahan Hajosari, Kabupaten Karimun.
“Sesuai dengan upaya dan fokus BI terkait peningkatan produksi pangan, kami menyerahkan seribu bibit kepada KWT RW 04 Harjosari, Karimun,” ujar Musni.
Musni menambahkan, pemberian bibit ini merupakan bagian dari gerakan nasional serta kerjasama tim pengendalian inflasi daerah yang telah di canangkan di Provinsi Kepri, Agustus lalu.
“Jadi untuk mendorong peningkatan produksi, kami melakukan upaya urban farming dan penanaman dari pemanfaatan perkarangan rumah warga yang dibantu dari anggota penggerak dari kelompok PKK dan KWT,” ujarnya.
Dengan begitu, Musni berharap melalui kegiatan ini dapat menimbulkan kembali semangat kolompok KWT untuk menanam kebutuhan rumah tangga.
“Bibit telah kami berikan kedepannya sangat diharapkan para KWT Harjosari dan meluas ke KWT yang ada di Kabupaten Karimun, untuk dapat meningkatkan multikultural rumah tangga secara mandiri tidak bergantung pada pasar jual beli,” ujarnya.
Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, memberikan apresiasi kepada BI Kepri yang dinilai aktif dalam melakukan gerakan pengendalian inflasi daerah di Kepri.
“Pencanangan ini akan dilakukan di seluruh kabupaten kota se Kepri, dalam rangka memperkuat beberapa ketersediaan komoditi cabai. BI selalu berhasil memberikan perhatian dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Ansar.
Menurutnya, pencanangan atau pemberian bibit cabai ini, sejalan dengan peran Provinsi dalam menekan laju inflasi yang terjadi wilayah Kepri termasuk Kabupaten Karimun.
“Memang secara umum bahwa tingginya angka komoditi pangan menyebabkan tingginya inflasi suatu daerah. Jadi ini memang harus di dorong agar masyarakat bisa memperkuat dalam jangka pendek,” ujarnya.
Gubernur Ansar menyebut, dalam jangka panjang pihaknya juga akan mengembangkan pola intensifikasi dan ekstensifikasi bahan pertanian yang sudah ada.
“Nanti akan dipersiapkan dengan rencana kebutuhan, tujuannya supaya ada musim tanam yang di atur dan lembaga yang bisa menjamin di masa paceklik dan masa panen,” ujarnya.
Diketahui, dalam sebulan kebutuhan cabai di Kepri sebanyak 750 ton. Sementara untuk mencukupi kebutuhan tersebut Kepri hanya mampu 400 ton.
“Kita sangat berharap minus 300 ton kebutuhan cabai untuk Kepri, kedepannya dapat kita kembangkan melalui central cabai di Kundur dengan perluasan lahan dan bantuan yang diberikan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut di hadiri, Kepala Perwalikan BI Kepri, Gubernur Kepri, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Bupati Karimun, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karimun, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan ESDM Kabupaten Karimun serta tokoh masyarakat Harjosari. (rko)
