Batam, Lendoot.com – Dalam rangka menyukseskan proyek strategis nasional, yang berada pada pengembagnan kawasan eonomi khusus di Pulau Rempang, sejumlah perusahaan yang berada di pulau tersebut, memberikan kontribusinya.
Bertempat di Gedung Marketing Center BP Batam, Jumat (1/9/2023) siang, sejumlah warga dan perusahaan menyerahkan lahan yang mereka tempati selama ini di Pulau Rempang, ke BP Batam.
Ini diungkapkan Kepala Biro Humas Promosi, Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait terkait kabar sejumlah warga dan perusahaan yang menyerahkan lahannya secara sukarela pada BP Batam tersebut.
“Tanpa ada paksaan. Mereka dengan sukarela menyerahkan kepada BP Batam melalui rekan-rekan kami di Polda Kepri yang memang membantu BP Batam untuk mendata,” ungkap Ariastuty seperti disampaikan dalam rilisnya kepada media massa, siang tadi.
Sayangnya, Ariastuty tidak merinci pihak warga dan perusahaan yang menyerahkan lahan dan aset kepada BP Batam tersebut. Hanya disebutkannya ada sekitar empat atas nama warga asyarakat dan enam lagi atas nama badan usaha atau perusahaan.
“Kami belum dapat datanya secara kongkrit, nanti kami sampaikan,” katanya. BP Batam ungkapnya menyambut baik hal tersebut. Hal itu tentunya sejalan dengan rencana pembangunan Pulau Rempang yang menjadi Program Strategis Nasional.
Proyek pengembangan Pulau Rempang sebagai mesin ekonomi baru Indonesia terus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Bukan tanpa alasan, proyek pengembangan Rempang Eco-City masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tahun 2023.
Ariastuty Sirait juga mengatakan bahwa hal tersebut sebagaimana yang tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional
Di mana, Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, telah mengesahkan peraturan itu tanggal 28 Agustus 2023 lalu di Jakarta.
Ariastuty menerangkan bahwa pemerintah pusat melalui kerja sama antara BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG) bakal menyiapkan Pulau Rempang sebagai kawasan industri, perdagangan, hingga wisata yang terintegrasi demi mendorong peningkatan daya saing Indonesia dari Singapura dan Malaysia.
Dengan nilai investasi yang ditaksir mencapai Rp 381 triliun hingga tahun 2080, lanjut Ariastuty, pengembangan Pulau Rempang diharapkan dapat memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi (Spillover Effect) bagi Kota Batam serta kabupaten/kota lain di Provinsi Kepri.
“Pengembangan Rempang juga akan membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat Kepri, khususnya para pemuda di Kota Batam,” tambahnya.
Pemerintah Republik Indonesia menargetkan, pengembangan Kawasan Rempang Eco-City dapat menyerap lebih kurang 306.000 tenaga kerja hingga tahun 2080 mendatang. (rst))

