Kepri, Lendoot.com – Sanitasi yang buruk diyakini menjadi salah satu penyebab stunting, khususnya di pulau-pulau yang masih banyak dijumpai jamban atau kakus masyarakat yang kurang atau tidak layak.
“Di beberapa pulau masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban sehingga sumber air bersih tercemar dan menyebabkan anak diare yang ujung-ujungnya mengakibatkan Balita mengalami stunting,” tutur Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Sirajuddin Nur, Selasa (14/2/2023).
Ia menjelaskan, stunting tidak hanya memberikan dampak negatif terhadap generasi unggul, tapi juga perekonomian. Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk menggalakkan sanitasi sehat berbasis masyarakat.
Sirajudin mengharapkan agar pemerintah perlu memperhatikan seluruh warganya agar memiliki sanitasi yang memadai, sehat dan bersih.
“Peran pemerintah daerah kita harapkan bisa secara maksimal memberikan dukungan sarana dan layanan sanitasi yang memadai,” katanya.
Sirajudin menerangkan, sanitasi buruk dapat mempengaruhi kesehatan, kemampuan berpikir, dan lingkungan hidup masyarakat.
Sanitasi yang buruk juga menyebabkan permasalahan lingkungan hidup. Berdasarkan data WHO tahun 2022, hampir 70 persen air minum rumah tangga di Indonesia tercemar tinja.
Ibaratnya lingkaran setan, pencemaran air minum menyebabkan penyebaran diare yang menjadi penyebab stunting dan kematian Balita. (*/amr)

