Karimun, Lendoot.com – Pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rita Idrus bahwa sampah yang menumpul di sejumlah TPS (tempat pembuangan sampah sementara) di Pulau Karimun akan terangkut, Sabtu (10/8/2024) kemarin, belum terealisasi.
Pantauan Lendoot.com di sejumlah TPS (Kampung Baru Tebing, TPS Kapling, TPS Raja Oesman dan TPS Kampung Bukit Meral), Minggu (11/8/2024) siang tadi, tetap semakin menggunung. Selain di TPS, sejumlah ruas jalan di Jalan A Yani dan sekitarnya, juga masih terlihat tumpukan sampah rumah tangga.
Rita Idrus sebelumnya mengatakan ada kendala BBM (bahan bakar minyak) yang belum terbayar ke SPBU di bawah manajemen PT OKBS, sehingga armada angkut milik Dinas LH tidak dapat beroperasi.
“InshaAllah diselesaikan hari ini, pak. Baru dapat kupon BBM,” katanya saat dikonfirmasi Lendoot.com, sehari sebelumnya.
Siang tadi, ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, Rita Idrus belum memberikan jawabannya.
Sejumlah warga mengaku prihatin dengan kondisi tidak terangkutnya sampah di sejumlah TPS tersebut. “Rumah kami jadi terkena imbas bau sampah. Kami berharap pemerintah cepat angkutnya,” ujar seorang warga Kapling Depi. (msa)
Sampah Masih Menumpuk di Sejumlah TPS dan Jalan-jalan Protokol Karimun
Karimun, Lendoot.com – Pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rita Idrus bahwa sampah yang menumpul di sejumlah TPS (tempat pembuangan sampah sementara) di Pulau Karimun akan terangkut, Sabtu (10/8/2024) kemarin, belum terealisasi.
Pantauan Lendoot.com di sejumlah TPS (Kampung Baru Tebing, TPS Kapling, TPS Raja Oesman dan TPS Kampung Bukit Meral), Minggu (11/8/2024) siang tadi, tetap semakin menggunung.
Rita Idrus sebelumnya mengatakan ada kendala BBM (bahan bakar minyak) yang belum terbayar ke SPBU di bawah manajemen PT OKBS, sehingga armada angkut milik Dinas LH tidak dapat beroperasi.
“InshaAllah diselesaikan hari ini, pak. Baru dapat kupon BBM,” katanya saat dikonfirmasi Lendoot.com, sehari sebelumnya.
Siang tadi, ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, Rita Idrus belum memberikan jawaban dan balasannya.
Sejumlah warga mengaku prihatin dengan kondisi tidak terangkutnya sampah di sejumlah TPS tersebut. “Rumah kami jadi terkena imbas bau sampah. Kami berharap pemerintah cepat angkutnya,” ujar seorang warga Kapling Depi. (msa)

