Lingga – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, masyarakat Kampung Air Merah, Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, kembali menghidupkan tradisi turun-temurun Haul Jamak atau kenduri arwah. Kegiatan religi ini dipusatkan di Surau Nurul Yaqin dengan suasana yang penuh kekhidmatan, kemarin.
Tradisi Haul Jamak merupakan momen bagi warga untuk berkumpul, berzikir, dan mengirimkan doa secara kolektif kepada para leluhur serta sanak saudara yang telah berpulang ke Rahmatullah.
Ketua Pengurus Haul Jamak Surau Nurul Yaqin, Encik Azahar, menjelaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah pembacaan tahlil dan doa bersama. Namun, nilai lebih dari tradisi ini terletak pada semangat berbagi dan kebersamaan warga.
“Haul Jamak ini kami laksanakan untuk mendoakan arwah keluarga yang telah tiada, sekaligus sebagai persiapan batin kami menyambut bulan suci Ramadhan. Ini adalah warisan nenek moyang yang terus kami jaga,” ujar Encik Azahar.
Keunikan acara ini terlihat saat prosesi makan bersama dengan konsep “Talam Sehidang”. Warga menyantap hidangan dalam satu nampan besar secara berkelompok, yang menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan dan pudarnya sekat sosial antarwarga.
Menariknya, seluruh hidangan yang tersaji merupakan sumbangan sukarela dari warga sekitar. Setiap rumah menghantarkan masakan terbaik mereka ke surau sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur.
“Makanan yang dihidangkan ini murni dari gotong royong masyarakat. Mereka mengantar sendiri ke surau untuk dinikmati bersama-sama,” tambah Encik.
Kegiatan di Surau Nurul Yaqin ini hanyalah awal. Tradisi Haul Jamak di Desa Lanjut dilaksanakan secara bergiliran dari satu masjid ke surau lainnya di seluruh wilayah desa hingga mendekati hari pertama puasa.
Pola bergiliran ini bertujuan agar silaturahmi antar-RT dan RW tetap terjaga. Masyarakat berharap tradisi ini tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi sarana untuk mempertebal keimanan sekaligus mempererat persaudaraan di Negeri Bunda Tanah Melayu. (wan)

