Karimun – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanjungbalai Karimun meluncurkan program budidaya kepiting bakau dengan memanfaatkan lahan mangrove di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Hasil kerja sama antara Rutan Karimun dengan sejumlah koperasi ini telah melepaskan sebanyak 100 ekor kepiting bakau dan akan dibudidaya di lahan Hutan Mangrove milik Rutan tersebut.
Koperasi yang terlibat di antaranya; Koperasi Banhun Ekonomi Maritim Kepri, Koperasi Angkasa (Malaysia), Koperasi Gerak Keris, Koperasi Keitaro Japan Automatic Johor Berhad dan Koperasi Alumni 40 Negeri Johor Berhad.
Dalam kerja sama ini, Rutan Karimun bertugas menyiapkan lahan dan sumber daya manusia (SDM) yang akan terlibat dalam proses budidaya. Kepala Rutan Karimun Arjiunna mengungkapkan harapannya agar program ini dapat menjadi sarana pelatihan bagi warga binaan.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap warga binaan memiliki kemampuan dalam budidaya kepiting bakau. Keterampilan ini nantinya bisa menjadi modal berharga setelah mereka selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya wisatawan, terhadap pentingnya ekosistem mangrove.
Sebelum penebaran benih, Kepala Rutan dan tamu undangan berkesempatan meninjau area hutan mangrove. Mereka berjalan di atas jembatan mangrove yang telah dibangun sejak awal tahun lalu.
Ka-Rutan mengharapkan program ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi warga binaan serta masyarakat di sekitar Rutan. (msa)

