Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Respons Pergeseran Pusat Kota, Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek Angkot dan Transportasi Pelajar

Angkot di salah satu ruas jalan di Tanjungpinang. (ft fuji)

Angkot di salah satu ruas jalan di Tanjungpinang. (ft fuji)

Tanjungpinang – Perkembangan tata ruang Kota Tanjungpinang yang dinamis memicu terjadinya pergeseran pusat aktivitas masyarakat dari kawasan Kota Lama ke sejumlah wilayah baru. Menyikapi fenomena ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang bergerak cepat menyusun langkah taktis untuk menata ulang jaringan trayek angkutan kota (angkot) agar kembali relevan dengan pola perjalanan warga saat ini.

Kawasan seperti Bintan Center (Bincen), hingga area Kilometer 11 sampai Kilometer 15 kini telah bertransformasi menjadi pusat pemukiman dan ekonomi baru. Kondisi inilah yang membuat rute angkot konvensional dinilai belum sepenuhnya terkoneksi dengan titik-titik pertumbuhan tersebut.

Penyusunan Rencana Umum Jaringan Transportasi

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Tanjungpinang, Habibi, menegaskan bahwa perluasan wilayah urban harus diimbangi dengan aksesibilitas transportasi publik yang memadai. Layanan angkutan umum harus mampu menjangkau pusat pendidikan, pemukiman padat, dan pusat belanja baru.

“Perkembangan kawasan kota yang pesat tentu harus didukung oleh jaringan angkutan yang menghubungkan ke sana. Oleh karena itu, saat ini kami mulai menyusun Rencana Umum Jaringan Transportasi Trayek Perkotaan (RUJTTP),” jelas Habibi, Rabu (20/5/2026).

Sebagai langkah awal penyusunan RUJTTP, Dishub tengah melakukan pendataan komprehensif terhadap kondisi existing angkot di lapangan. Berdasarkan data sementara yang dihimpun bersama asosiasi angkutan kota, saat ini tercatat hanya ada sekitar 30 unit armada angkot yang masih aktif beroperasi di Tanjungpinang.

Konektivitas Angkutan Pelajar Demi Tekan Angka Kecelakaan

Selain menyasar rute pemukiman baru, strategi revitalisasi ini juga difokuskan untuk mengintegrasikan angkutan umum dengan kebutuhan transportasi pelajar sekolah. Langkah inovatif ini diproyeksikan membawa dampak ganda (multiplier effect):

Mengurangi ketergantungan pelajar dalam penggunaan sepeda motor pribadi ke sekolah.

Menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara di bawah umur.

Membantu perputaran ekonomi para sopir angkot melalui potensi pangsa pasar yang pasti.

“Sekarang fokus kita adalah berupaya keras mengoneksikan angkutan umum ini dengan layanan transportasi khusus pelajar,” tambah Habibi.

Optimalisasi Rute BRT Senggarang–Dompak

Di sektor transportasi massal yang lebih besar, Dishub Tanjungpinang sejauh ini telah mengoperasikan trayek Bus Rapid Transit (BRT) dengan rute Terminal Senggarang menuju Terminal Dompak. Jalur ini sengaja dioptimalkan untuk menyokong mobilitas harian masyarakat umum, aparatur pemerintah, serta mahasiswa di kawasan kampus Dompak.

Melalui penataan ulang dan kolaborasi intensif bersama para pemilik armada, Dishub optimis moda transportasi legendaris ini dapat bangkit kembali dari keterpurukan akibat gempuran transportasi daring.

“Kami tidak ingin moda angkot ini mati suri. Karena itu, rutenya akan kita tata bersama para pengelola agar melahirkan solusi yang sama-sama menguntungkan bagi sopir dan memberikan kenyamanan bagi warga,” pungkasnya. (*/fji)

Exit mobile version