Karimun – Pemerintah Kabupaten Karimun terus mengakselerasi pembangunan di wilayah pesisir dengan visi yang ambisius. Dalam kunjungan kerja terbarunya di Kecamatan Belat, Bupati Karimun Iskandarsyah menegaskan bahwa Pulau Belat kini resmi masuk dalam peta prioritas investasi daerah.
Langkah ini diambil untuk mengubah wajah pesisir Karimun menjadi wilayah yang lebih modern, mandiri, dan ramah lingkungan. Bupati juga Iskandarsyah memaparkan tiga fokus utama yang akan menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah ini, yaitu;
Megaproyek PLTS dan Sistem Baterai:
Pulau Belat diproyeksikan menjadi pusat energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar lengkap dengan sistem penyimpanan baterai.
Proyek ini diharapkan tidak hanya menerangi pemukiman, tetapi juga mendukung kebutuhan energi industri hijau di masa depan.
Percepatan Infrastruktur Pendukung:
Guna menarik minat investor, pemerintah berkomitmen menyelesaikan sisa pembangunan jalan sepanjang 10 km serta perbaikan ponton pelabuhan. Infrastruktur yang mumpuni menjadi syarat mutlak bagi kelancaran arus logistik dan mobilitas warga.
Kemandirian Pangan Pesisir:
Masyarakat didorong untuk lebih produktif dalam memproduksi kebutuhan pokok secara mandiri, seperti cabai, budidaya lele, dan peternakan ayam. Tujuannya jelas: agar perputaran ekonomi tetap berada di dalam daerah dan ketergantungan pasokan dari luar dapat dikurangi.
Sementara itu, di hadapan warga Kecamatan Belat, Bupati Iskandarsyah mengingatkan bahwa semua rencana besar tersebut hanya bisa terwujud jika ada kerjasama yang solid antara pemerintah dan warga.
“Rezeki tidak akan ke mana, tetapi kalau kita solid dan kompak, inshaAllah keberkahan dari Allah akan turun untuk memajukan daerah kita. Mari kita buka diri terhadap pembangunan ini demi masa depan anak cucu,” pesan Bupati Iskandarsyah.
Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Iskandarsyah serius dalam menggarap potensi wilayah pesisir agar lebih berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*/msa)

