Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Provinsi Kepri Catat Peringkat Ketiga Tingkat Kepatuhan Vaksinasi

Ilustrasi vaksin. (google.com)

Lendoot.com – Di Indonesia, pandemi relatif terkendali dan akan beralih ke fase endemik penyakit. WHO mengingatkan program vaksinasi terhadap Covid-19 perlu dilanjutkan dan diintensifkan untuk memastikan penurunan virus saat ini tidak menjadi peluang masuknya varian baru virus corona.

Dilansir dari balidiscovery.com, juru bicara Kementerian Kesehatan RI, Dr Mohammad Syahril mengakui sudah ada daerah di Indonesia yang berhasil mencapai 100% kadar dosis pertama dan kedua dan 50% tingkat pemberian booster ketiga di daerah seperti Bali, Jakarta dan Kepulauan Riau.

Dari data yang dipaparkan Kementerian Kesehatan, Provinsi Kepulauan Riau menduduki peringkat ketiga setelah Provinsi Bali dan Provinsi DKI Jakarta erkait kepatuhan masyarakatnya mengikuti program vaksinasi.

DKI Jakarta mencatat, dosis pertama di atas 100% (12,67 juta dosis), dosis kedua di atas 100% (10,79 juta dosis) dan dosis Ketiga: 53,32% (5 juta dosis)

Bali mencatatkan dosis pertama di atas 100% (4 juta dosis), dosis Kedua: 96,47% (3,64 juta dosis) dan dosis Ketiga: 56% (2,11 dosis)

Sementar Kepulauan Riau mencatatkan dosis pertama 99,49% (1,79 juta dosis), dosis Kedua: 85,34% (1,54 juta dosis) dan dosis Ketiga: 40,75% (734.569 dosis)

Berdasarkan standar WHO, untuk setiap wilayah yang dinyatakan endemik memiliki parameter keberhasilan tidak hanya terkait dengan tingkat vaksinasi.

Dr Syahril mengatakan, parameter lain untuk memenuhi standar daerah endemik juga harus menunjukkan: pertama, tingkat penyakit dan rawat inap harus di bawah 5%.

Kedua, tingkat kematian harus di bawah 3%. Ketiga, kecenderungan tingkat penularan dan infeksi masyarakat harus di bawah 1. Dan keempat, tingkat positif harus di bawah 5%.

Dr Syahril menyarankan agar masyarakat mengikuti protokol kesehatan resmi, terutama tentang pemakaian masker dan program vaksinasi, untuk menghilangkan penyakit tersebut.

Perwakilan Kementerian Kesehatan RI mengingatkan, meski sudah ada tanda-tanda pandemi sudah dalam jangkauan dan akan segera berakhir, Covid-19 tetap ada, artinya protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

Untuk itu, Syahril menjelaskan bahwa akhir yang sebenarnya dari Covid-19 akan bergantung pada perilaku manusia di Indonesia dan secara global.

Kepatuhan internasional terhadap pemakaian masker dan vaksinasi harus dipertahankan sampai pandemi dapat dinyatakan secara resmi “berakhir.”

Melanjutkan, Syahril mengatakan WHO telah memberikan enam pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mengakhiri COVID-19 akhirnya. “Jika kita tidak ingat untuk menjaga protokol kesehatan masyarakat, Indonesia akan kehilangan kesempatan emas ini,” kata Dr Syahril. (*/msa)

Exit mobile version