Barang bukti, bahan yang digunakan tersangka untuk memproduksi ekstasi rumahan di Karimun. (ami)

Karimun, Lendoot.com – Dari penangkapan RN (57) bersama temannya NL dan MS yang memproduksi ekstasi di Karimun terungkap bahan-bahan yang digunakan untuk meraciknya.

Jarang yang tahu kalau ekstasi yang dibuat selama ini ternyata berbahan baku yang berbahaya bagi kesehatan. Seperti RN yang sudah setahun mengolah adonan barang haram tersebut ternyata menggunakan bahan campuran semen dan isi dari elemen batu baterai.

Campuran semen dan eleman batu baterai itu diracik dengan obat-obatan penurun panas, jenis paracetamol. Seperti saat digerebek di salah satu hotel di bilangan Kecamatan Tebing pada Sabtu lalu, dari tersangat terdapat bahan-bahan tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Karimun, AKP Elwin Kristanto menyebut racikan ekstasi itu bukan hanya terdiri dari bahan-bahan farmasi saja, akan tetapi juga terdapat bahan campuran dari semen dan isi dari elemen batu baterai.

Sampai saat ini sudah sempat diedarkan sebanyak 800 butir ke Kota Batam, dan per butirnya dijual dengan harga Rp 300 ribu.

“Para tersangka sudah setahun melancarkan aksinya sebagai peracik narkotika jenis pil ekstasi di rumahnya,” terang Waka Polres Karimun, Kompol Syaiful Badawi saat menggelar konferensi pers, akhir pekan ini.

Dari tangan ketiga tersangka tersebut kata Badawi Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 258 butir pil yang diracik menggunakan bahan-bahan farmasi yang dibelinya dari apotek.

 Dari pengakuan tersangka, RN bersama dua rekannya belajar meracik ekstasi itu secara otodidak dan setahun terakhir ini dilakukannya.

Para tersangka yang nekat meracik narkotika jenis pil ekstasi tersebut akan dijerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 197, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (msa)