Tanjungpinang – Warisan budaya Melayu dan kemegahan sejarah Pulau Penyengat tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke Kota Tanjungpinang. Tren positif ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kenaikan kunjungan wisman sebesar 3,98 persen pada Triwulan I tahun 2026.
Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata Tanjungpinang yang mengandalkan perpaduan wisata budaya, sejarah, religi, hingga kuliner khas Melayu, masih sangat kompetitif di pasar internasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, mengungkapkan bahwa identitas budaya Melayu yang terjaga dengan autentik menjadi alasan mendasar bagi turis asing, khususnya dari Malaysia dan Singapura, untuk menyeberang ke Ibu Kota Provinsi Kepri ini.
“Warisan budaya Melayu yang kuat adalah daya tarik tunggal yang sulit dicari tandingannya. Ini bukan sekadar objek wisata, melainkan pengalaman emosional bagi wisatawan,” ujar Nazri, Minggu (10/5/2026).
Pulau Penyengat, sebagai ikon wisata religi dan sejarah, tetap menduduki posisi teratas destinasi favorit. Nilai historis Kerajaan Riau-Lingga yang melekat erat di pulau tersebut memberikan daya pikat khas yang hanya bisa ditemukan di Tanjungpinang.
Nazri menambahkan, tren kenaikan ini tidak lepas dari peran aktif agen perjalanan wisata dalam mengemas paket-paket perjalanan menarik ke Tanjungpinang. Disbudpar pun berkomitmen untuk mempererat kolaborasi lintas sektor demi menjaga momentum pertumbuhan ini.
“Kolaborasi, kerja sama, dan komunikasi yang intens dengan pelaku industri pariwisata adalah kunci. Kami ingin memastikan ekosistem pariwisata kita siap menyambut lonjakan tamu,” tegasnya.
Selain destinasi fisik, sektor kuliner turut menjadi senjata ampuh. Ragam hidangan Melayu dengan cita rasa autentik memberikan pengalaman gastronomi yang unik, memperkuat alasan wisatawan untuk berlama-lama di Kota Gurindam.
Melihat tren awal tahun yang menjanjikan, Disbudpar Kota Tanjungpinang tetap optimis dapat mencapai target 100 ribu kunjungan wisman sepanjang tahun 2026. Berbagai strategi promosi digital dan penguatan event kebudayaan akan terus digencarkan untuk mendukung pencapaian target tersebut.
“Untuk target 100 ribu wisman, kita harus tetap optimistis. Dengan penguatan promosi dan layanan prima di lapangan, kami yakin Tanjungpinang akan semakin ramai dikunjungi,” pungkas Nazri. (*/fji)

