Potret Kota Batam dari ketingian. (tangkapan layar YouTube)

Batam, Lendoot,com – Angka pertumbuhan ekonomi secara nasional, Kota Batam tercatat sebagai yang terbaik dari kabupaten-kota lain di Provinsi Kepri pada 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat ada tiga sektor yang mendominasi pertumbuhan ekonomi di Kota Batam pada 2021 tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi di Batam sebenarnya di tahun 2021 sudah ada perbaikan, kenaikan tertinggi di Kepri 4,75 persen, sebelumnya kan di 2020 kontraksi 2,55 persen,” kata Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan pengaruh industri menjadi penopang paling mendominasi pertumbuhan ekonomi yang melebihi 50 persen.

“Perekonomian di Batam ini sebenarnya 58,41 persen disumbang oleh industri pengolahan, artinya hampir 60 persen atau setengahnya lebih ekonomi ditopang oleh industri pengolahan yang berorientasi ekspor serta industri menengah dan kecil,” jelasnya.

Rahmad melanjutkan perbaikan ekonomi di tahun 2021 terjadi akibat kompatriot industri sejenis di negara-negara lain yang mengalami lockdown sehingga membawa pengaruh positif untuk industri pengolahan di Batam.

Kemudian konstruksi menjadi faktor yang mendominasi pertumbuhan ekonomi di urutan kedua.

“Di Batam ini sektor konstruksi menduduki peringkat kedua atau 20 persen bobot dari perekonomian PDRB,” terangnya.

Hal itu dilakukan untuk mendorong terjadinya peningkatan produktivitas bagi faktor-faktor produksi.

“Kita tahu sejak 2021 Batam tidak hanya konsen terhadap pengentasan sumbangan-sumbangan pada masyakarat yang terdampak covid, kan juga terjadi eskalasi pembangunan fasilitas dan infrastruktur hingga sekarang,” tambahnya.

Selanjutnya, perdagangan menjadi urutan ketiga yang mendominasi pertumbuhan ekonomi di Batam sebesar 5,87 persen.

Rahmad menyebutkan bahwa dari tiga sektor tadi sudah mampu menopang hampir 85 persen ekonomi di Batam.

“Dari tiga sektor ini aja kita sudah bisa mendapatkan formasi bobot PDRB hampir 85 persen, baru sekitar 15 persen lagi dari jasa keuangan, informasi komunikasi, pengadaan listrik, transportasi, akomodasi,” tutupnya. (ddh)