Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Peringati HJB ke-196, Disbudpar Batam Hadirkan Pameran Jejak Sejarah Nong Isa

Suasana pameran yang akan dihadirkan Dinas Pariwisata Budaya Kota Batam di Hari Jadi Batam ke 197. (ft disparbudbatam)

Suasana pameran yang akan dihadirkan Dinas Pariwisata Budaya Kota Batam di Hari Jadi Batam ke 197. (ft disparbudbatam)

Batam – Di tengah pesatnya pertumbuhan Batam sebagai kota industri dan pariwisata, jejak sejarah masa lalu kembali dihadirkan ke ruang publik. Melalui Pameran Mini Raja Isa—atau yang lebih dikenal sebagai Nong Isa—masyarakat diajak menelusuri akar sejarah berdirinya Kota Batam.

Pameran ini digelar di Lobby Lantai 1 Kantor Wali Kota Batam sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196. Deretan foto langka dan narasi sejarah tersaji dalam format bilingual (Indonesia dan Inggris), memberikan akses informasi bagi warga lokal maupun wisatawan mancanegara.

Raja Isa alias Nong Isa merupakan tokoh sentral yang menjadi tonggak awal pemerintahan di Batam. Dari kepemimpinannya, benang merah sejarah Batam mulai dirajut hingga berkembang menjadi kota modern seperti saat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menjelaskan bahwa pameran yang baru pertama kali diadakan ini bukan sekadar ruang pameran statis, melainkan ruang edukasi.

“Masyarakat diajak memahami bahwa Batam memiliki akar sejarah yang kuat. Kami juga memamerkan Sketsa Wajah Nong Isa yang merupakan koleksi Museum Batam Raja Ali Haji agar para pelajar dan warga lebih mengenal sosok pendiri daerah ini,” ujar Ardi.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir, menambahkan bahwa penetapan tanggal 18 Desember sebagai hari jadi bukanlah proses singkat. Hal ini melalui kajian mendalam dan serangkaian seminar sejarah.

Penetapan Tanggal: Berdasarkan seminar sejarah, disepakati bahwa 18 Desember 1829 adalah titik awal sejarah pemerintahan yang dipimpin Nong Isa.

Payung Hukum: Kesepakatan tersebut telah ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam.

Peran Tokoh: Proses pengkajian ini dulunya diketuai oleh Amsakar Achmad, yang kini menjabat sebagai Wali Kota Batam.

 Melalui pameran ini, Disbudpar Batam berharap sejarah tidak lagi hanya tersimpan dalam buku arsip, tetapi menjadi identitas yang melekat di hati masyarakat. Pameran ini menjadi pengingat penting bahwa kemajuan Batam hari ini berangkat dari langkah besar tokoh-tokoh masa lampau.

“Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki terhadap identitas daerah. Dengan memahami sejarah, kita akan lebih menghargai warisan budaya yang ada di Batam,” pungkas Samson. (*/rst)

Exit mobile version