Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Pemangku Kepentingan Diduga Ambil Untung di Tarif Stan Karimun Expo yang Fantastis

Karimun, Lendoot.com – Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Karimun masih belum bisa menerima tarif sewa stan bazar untuk HUT ke-23 Kabupaten Karimun yang mencapai Rp17 juta per lima hari,.

Sebagian pegawai yang wanti-wanti namanya tak disebut meminta kejelasan terkait ketidakwajaran tarif sewa stan tersebut, mengingat ini merupakan kegiatan pemerintahan daerah yang tentunya ditopang uang rakyat melalui APBD.

“Sangat tidak wajar. Ini harus jadi perhatian. Seharusnya uang segitu bisa buat masyarakat, ini hanya masuk ke kantong pribadi dan kelompok tertentu,” ungkap seorang pegawai di salah satu OPD di Pemkab Karimun, Rabu (12/10/2022).

Sebelumnya, ketidakwajarannya ini juga diperkuat dengan perbedaan tarif sewa antara pihak swasta dengan OPD. Pihak OPD Rp17 juta, sementara pihak swasta hanya sewa dengan Rp5 juta untuk lima hari.

 Seperti disampaikan sejumlah OPD bahwa, tarif stan di HUT ke-23 Kabupaten Karimun mencapai Rp17 Juta per 5 hari terbilang tidak wajar dengan ukuran stan sekitar 2×2 meter dengan fasilitas hanya meja dan listrik dua ampere.

Sementara ada kejanggalan yang terbilang tidak wajar karena stan lainnya yang berukuran sama dengan yang disewakan OPD, uagn sewanya hanya Rp4 juta sampai Rp5 juta per lima hari.

Sebelumnya, banyak yang menyebut tarif sewa stan dengan Rp17 juta per lima hari itu terbilang fantastis. Untuk perbandingan saja, even sejenis dengan menghadirkan band ternama, Dewa 19 saja, hanya Rp250 ribu sampai Rp2,5 juta.

“Itupun Dewa 19 di Batam, bukan di daerah kita seperti ini. Dan, artis yang akan datang ke sini juga bukan artis terkenal. Makanya tarif segitu sangat fantastis lah,” ujar seorang warga yang pernah menjadi peserta stan di Batam.

Sementara itu, terkait ketidakwajaran tarif sewa stan Karimun Expo tersebut, pihak EO dan pihak Disperindag (Dinas Perindustrian Perdagangan) Karimun seolah sama-sama lepas tangan.

 “Untuk kegiatan bazar HUT ke-23 silahkan menghubungi Disperindag ya pak, bu,” ujarnya menjawab singkat dalam pesan WhatsApp yang dikirim Lendoot.com, Selasa (11/10/2022).

Sementara itu, pihak Disperindag yang menjadi sasaran atas hal ini juga terkesan lempar tanggungjawab. “Maaf pak. Karimun Expo bukan kegiatan Perindag (Disperindag). Kami sama seperti yang lain (OPD, red), sebagai peserta,” ujar Yudha yang namanya tercantum sebagai salah satu penyelenggara kegiatan.

Bashori, Kepala Disperindag Bashori yang dijumpai langsung Lendoot.com di Coastal Area juga mengunkapkan hal yang sama. “Itu bukan kegiatan kami, itu EO. Tapi menurut saya, kalau sekira kemahalan, kan OPD bisa melobinya,” jawab Bashori. (msa)

Exit mobile version