Polisi memebeberkan barang bukti terhada ppelaku p[encabulan berbaju oranye,. (ist)

Batam, Lendoot.com – Seorang isteri, sebut saja SN terkejut ketika menyaksikan langsung pemandangan yang tidak senonoh yang dilakukan suaminya terhadap wanita lain. Terlebih wanita yang digagahi itu yang masih muda belia, atau anak di bawah umur.

Peristiwa ini berawal ketika SN yang biasanya berangkat ke pasar untuk berbelanja usaha ayam penyetnya, kembali ke rumah karena kebetulan pagi itu dia terlupa membawa uang belanjanya.

“Kasus ini terungkap setelah perbuatan pelaku (inisial WP alias Pyk dipergoki istrinya sendiri bernisial SN, pada hari Rabu (9 /3/ 2022),” jelas Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Rio Ardian kepada wartawan, pagi tadi.

Seperti disebutkan sebelumnya, pelaku WP melakukan aksi tak senonoh itu terhadap, sebut saja Mawar, ketika SN sedang tidak berada di rumah. Saat itu, SN sedang pergi ke pasar.

Ketika kembali, SN langsung menuju ke kamar untuk mengambil uang.

 Menurut pengakuan saksi, Mawar tidak tidak ada hubungan saudara dengan suami-isteri tersebut, hanya saja sudah dianggap anak.

“Menurut korban, selama ini pelaku sering membeli barang-barang untuk dirinya. Pelaku sering perhatian dengan korban,” kata Rio.

Pia 48 tahun itu, tidak dapat berkutik setelah ditangkap dan digiring ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bengkong.

Pria ini diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur berusia 12 tahun sebut saja Mawar.

Anak yang dicabuli PW tersebut selama ini tinggal satu atap dengannya. Hanya berbeda kamar saja.

Tidak hanya sekali, perbuatan tidak terpuji itu ternyata sudah dilakukan berulang-ulang kali sejak bulan Desember 2021 lalu.

“Terhitung sejak Desember 2021 hingga Maret 2022. Sudah 10 kali pelaku melakukan pencabulan terhadap  korban,” jelas AKP Bob Ferizal.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) di antaranya satu sarung motif kotak-kotak, satu celana dalam warna ungu, satu bra warna putih kebiruan, satu baju warna oranye, dan satu celana pendek warna oranye motif kotak-kotak.

Atas perbuatannya pelaku terancam hukuman paling singkat  lima tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp5 miliar. (rll)