Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Pasokan Air Bersih Terus Menyusut, Sejumlah Wilayah Tak Kebagian Air, Bupati Cen Gerak Cepat

Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, mendistribusikan langsung air bersih menggunakan mobil tangki untuk masyarakat di perumahan swadaya Puak, Natuna, Jumat (21/8/2026). Distribusi dilakukan sebagai langkah cepat menghadapi menyusutnya sumber air akibat musim kemarau.

NATUNA – Ancaman kekurangan air bersih mulai membayangi masyarakat Kabupaten Natuna seiring musim kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Sejumlah sumber air utama yang menjadi tumpuan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Nusa mulai mengalami penyusutan signifikan.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Bupati Natuna Cen Sui Lan. Ia meminta Perumda Air Minum Tirta Nusa tidak menunggu sampai masyarakat benar-benar mengalami kesulitan air, tetapi segera mengambil langkah untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, mengungkapkan sumber air di reservoir Bukit Berangin saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 60 persen. Sementara sumber air di reservoir Ranai Darat kondisinya lebih kritis dengan ketersediaan sekitar 30 persen.

Penyusutan tersebut mulai berdampak terhadap pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Natuna. Untuk menjaga distribusi tetap berjalan, Perumda Tirta Nusa telah menerapkan sistem distribusi air secara bergilir sejak sekitar tiga pekan terakhir.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah tinggal diam.

Zaharuddin mengatakan, Bupati Cen Sui Lan telah memberikan arahan langsung kepada jajaran Perumda Tirta Nusa agar bersiaga menghadapi kemungkinan semakin menurunnya ketersediaan air selama musim kemarau.

“Dengan kondisi hari-hari masih menunjukkan terik panas dan tanpa ada tanda-tanda akan turun hujan, Ibu Bupati langsung memberikan arahan kepada PDAM untuk standby bila ada masyarakat yang putus air,” ujar Zaharuddin di Perumahan Swadaya Puak, Jumat (21/8/2026) petang.

Menurut Zaharuddin, arahan tersebut menjadi bentuk keseriusan Bupati Cen dalam memastikan persoalan air bersih tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di tengah masyarakat.

Perumda Tirta Nusa kemudian diminta memprioritaskan pelayanan bagi wilayah yang rawan kekeringan, termasuk kawasan yang sudah memasuki jadwal distribusi tetapi air tidak kunjung mengalir.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat akan mendapatkan pasokan air bersih secara gratis melalui distribusi menggunakan mobil tangki.

“Prioritasnya adalah daerah-daerah rawan kekeringan dan juga daerah-daerah yang ketika sudah masuk jadwal bergilir hidup namun tetap tidak mengalir akan diberikan air secara gratis,” jelasnya.

Bukan hanya rumah tangga, perhatian juga diarahkan kepada rumah ibadah dan tempat-tempat sosial lainnya yang membutuhkan pasokan air.

Pengelola fasilitas tersebut dipersilakan berkoordinasi dengan Perumda Tirta Nusa apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Warga Puak Terima 16 Kubik Air

Langkah cepat pemerintah daerah dan Perumda Tirta Nusa mulai dirasakan langsung masyarakat.Ketua RT 004/RW 008 Puak, Toni, mengapresiasi respons pemerintah yang mengantarkan air bersih ke wilayahnya yang sudah beberapa hari tidak mendapatkan giliran air mengalir.

“Alhamdulillah air sudah diantar oleh Perumda Tirta Nusa sekitar 16 kubik. Jadi masyarakat tidak perlu lagi sampai malam mengangkut air untuk keperluan mereka. Insyaallah air ini bisa bertahan sampai tiga empat hari, terima kasih Ibuk Bupati dan jajaran Perumda Tirta Nusa,” kata Toni.

Bagi warga, pasokan tersebut menjadi sangat berarti di tengah kondisi sumber air yang terus mengalami penyusutan.

Distribusi air menggunakan mobil tangki setidaknya menjadi solusi sementara agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sembari menunggu kondisi sumber air kembali membaik.

Kekeringan Berulang, Infrastruktur Air Harus Jadi Prioritas

Persoalan kekurangan air bersih di Natuna bukan hal yang baru. Setiap musim kemarau berlangsung cukup panjang, sejumlah wilayah kembali menghadapi persoalan serupa.

Zaharuddin menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian bersama, terutama karena Natuna memiliki wilayah yang rawan mengalami kekeringan ketika curah hujan menurun.

“Kita itu daerah rawan kekeringan. Panas selama dua minggu saja kita sudah mengalami kelangkaan air,” ujarnya.

Menurutnya, distribusi air menggunakan mobil tangki memang penting sebagai langkah penanganan darurat.

Namun, solusi tersebut tidak cukup untuk menjawab persoalan air bersih dalam jangka panjang. Karena itu, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan distribusi lanjutan dari pembangunan Embung Sebayar dinilai semakin mendesak.

“Pembangunan IPA dan jaringan distribusi lanjutan daripada pembangunan Embung Sebayar, dengan kondisi yang seperti ini maka tidak bisa ditunda-tunda lagi,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan IPA beserta jaringan distribusinya dapat menjadi prioritas pemerintah pusat sehingga persoalan ketersediaan air bersih di Natuna tidak terus berulang setiap kali musim kemarau datang.

Bagi pemerintah daerah, distribusi air gratis menjadi langkah cepat untuk menjaga masyarakat tetap mendapatkan air saat sumber air mulai menyusut. Namun, pembangunan infrastruktur air bersih menjadi jawaban yang lebih permanen untuk menghadapi persoalan kekeringan yang terus berulang.

Di tengah cuaca panas yang masih berlangsung, perhatian Bupati Cen Sui Lan terhadap persoalan ini menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat ditempatkan sebagai persoalan mendesak yang harus segera ditangani.

Sebab ketika sumber air terus menyusut, yang dipertaruhkan bukan hanya kelancaran pelayanan PDAM, tetapi kebutuhan paling mendasar masyarakat Natuna untuk menjalani kehidupan sehari-hari. (Rap)

Exit mobile version