Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Para Kades dan Warga Desa Diajak Kembangkan BUMDesa Berorientasi Ekspor

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengajak masyarakat dan perangkat desa untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) hingga bisa melakukan ekspor produk unggulannya. "Oleh karena itu saya mengajak untuk terus mengembangkan BUMDesa. Karena itu perintah Undang-undang," katanya

Ilustrasi BUMdesa. (flyer desabisa)

Jakarta, Lendoot.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengajak masyarakat dan perangkat desa untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) hingga bisa melakukan ekspor produk unggulannya.

“Oleh karena itu saya mengajak untuk terus mengembangkan BUMDesa. Karena itu perintah Undang-undang,” katanya saat ekspor perdana kentang dan buncis dari BUMDesa Pulosari Handal, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jabar, seperti dikutip dari infopublik, Rabu (22/2/2023).

Keberhasilan BUMDesa Pulosari Handal untuk melakukan ekspor kentang sebanyak delapan ton dan buncis kenya sebanyak 200 kilogram (kg) itu, katanya,  patut ditiru pengelola BUMDesa lainnya di Indonesia.

Dalam ekspor perdana produk hasil pertanian ini, BUMDesa Pulosari Handal berkolaborasi dengan PT Elevasri Agri Indonesia (Elevarm).

“Saya bangga dengan keberhasilan BUMDesa Pulosari Handal mengekspor hasil bumi ke Singapura. BUMDesa kini menjadi peyangga ekonomi utama di desa dan miliki legalitas kuat sebagai badan publik,” tutur Abdul Halim.

Menurut Mendes PDTT, nilai ekspor perdana kentang per minggu tersebut mencapai Rp112.000.000, sedangkan nilai ekspor buncis kenya mencapai Rp3.400.000 per minggu.

Sekedar informasi, BUMDesa Pulosari Handal berdiri sejak 2015 dan mendapat SK Kemenkumham pada 2016. Selanjutnya mendaftar ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada 2022.

Selain peningkatan ekspor pertanian, BUMDesa Pulosari Handal juga melakukan pengolahan hasil tani sisa hasil ekspor untuk dijadikan produk seperti keripik kentang dan sayuran frozen untuk kalangan wisata di Pangalengan.

“Kemendes PDTT memberikan bantuan kepada BUMDesa Pulosari Handal yang sukses mengekspor kentang dan buncis kenya ke Singapura,” pungkas Menteri Abdul Halim.

BUMDesa Handal Pulosari memasok hasil tani dari pertanian desa ke Elevarm sesuai dengan standar ekspor. Selain melakukan pendampingan ke petani dan permodalan, Elevarm ini juga mencari pasar ekspor yang akan digunakan untuk mengekspor komoditi-komoditi yang dihasilkan BUM Desa Pulosari Handal.

Pelepasan ekspor perdana dihadiri juga oleh Wakil Mendes PDTT Budi Arie Setiadi, Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid, Bupati Bandung Dadang Supriatna serta pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendes PDTT.

Exit mobile version