keranda jenazah hendak disalatkan /kbknews

Lendoot.com – Masyarakat kepulauan, seperti Karimun dan sekitarnya terkadang mendapat kesulitan ketika mendapat kabar keluarga yang meninggal dunia di daerah lain.

Atau sebaliknya, ketika ada keluarga yang meninggal di pulau ini maka kesulitan datang bagi kerabat atau keluarga yang ingin melihat terakhir kalinya, jenazah yang meninggal di sini.

Kadangkala, ada pihak keluarga yang ingin menunggu kedatangan kerabat dari jauh sehingga pemakaman si jezajah harus ditunda.

BACA JUGA! Peserta Workshop Jurnalis Maritim Zona-2 Karimun-Lingga, Ikuti Lomba Liputan Kolaborasi

Nah, apa hukumnya dalam Islam menunda pengurusan dan penguburan jenazah? Mengurus jenazah hukumnya Fardhu Kifayah yang artinya kewajiban akan gugur jika ada sebagian muslim yang sudah melakukannya.

Hukum Fardhu Kifayah menujukan bahwa untuk segera melakukan pengurusan jenazah dan jangan menunggu orang yang belum ada waktu mengurusnya.

Menyegerakan pengurusan dan penguburan jenazah merupakan anjuran yang Rasulullah SWA.

 أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا إِلَيْهِ وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ

Artinya: “Percepatlah kalian dalam membawa jenazah. Jika jenazah itu baik maka kalian telah mendekatkanya pada kebaikan. Jika jenazah itu buruk, maka kalian telah melepaskan dari pundak kalian.” (HR Bukhari).

Hadist ini menjelaskan bahwa mengurus jenazah harus segera dilakukan agar meringankan beban jenazah yang kita urus itu.

Muhammad Al-Khatib Al-Syirbini mengatakan tidak boleh menunda penguburan jenazah untuk alasan agar banyak orang yang menyalatkannya.

Artinya jika ada beberapa orang yang datang dan sudah siap untuk menyalatkannya, maka segeralah lakukanb salat itu tanpa harus menunggu orang lain lagi yang belum datang.****

Artikel ini telah tayang di MEDIAKEPRI.co dengan judul Apa Hukumnya Menunda Pengurusan dan Penguburan Mayat dalam Islam?

https://www.mediakepri.co/serba-serbi/pr-1031271530/apa-hukumnya-menunda-pengurusan-dan-penguburan-mayat-dalam-islam