Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Makin Semrawut, PLN Imbau Paslon Tak Pasang APK Pilkada di Jaringan Listik

Manajer PLN ULP Tanjungbalai Karimun, Marwan. (ft yudi)

Manajer PLN ULP Tanjungbalai Karimun, Marwan. (ft yudi)

Karimun, Lendoot.com – Semakin dekat tahapan Pilkada 2024 yang masuk masa kampanye, Alat Peraga Kampanye (APK) Pasangan Calon (Paslon) semakin semrawut saja.

Seperti pemasangan baliho, pamflet hingga spanduk terlihat sudah tidak lagi mengindahkan estitka. Bahkan, ada yang memasang di jaringan listrik, seperti di tiang listrik, yang disebut PLN sebagai tindakan berbahaya.

Melihat kondisi ini, Manajer PLN ULP Tanjungbalai Karimun Marwan Sholeh akhrinya angkat bicara. Dia mengimbau agar Paslo nyang memasang APK tersebut memperhatikan jarak aman dari jaringan listrik.

“Jarak amannya minimal 3 meter,” tegasnya.

Marwan mengatakan, APK yang dipasang di instalasi kelistrikan baik di tiang listrik, gardu trafo, maupun di dekat jalur kabel listrik berpotensi membahayakan.

Potensi bahaya yang ditimbulkan akibat APK yang nempel pada jaringan listrik di antaranya adalah korsleting listrik, bahkan sampai ledakan.

Marwan menyampaikan, hingga sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya APK Pilkada yang dipasang dekat jaringan listrik.

 Ia meminta kepada masyarakat segera melaporkan jika menemukan APK yang dipasang melebihi ketentuan jarak aman melalui aplikasi PLN Mobile atau PLN 123.

“Segera laporkan ke kami (PLN) apabila menemukan benda-benda yang berdampak pada pemadaman dan bahaya lainnya. Mari sama-sama kita tingkatkan kepedulian, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya listrik,” imbau Marwan.

Sementara itu, untuk diketahui, Pilkada Karimun diikuti tiga pasangan calon yakni Ing Iskandarsyah-Rocky Marciano Bawole (IsRock) nomor urut 1, Muhammad Firmansyah-Ery Suandi (Fire) nomor urut 2 dan Bakti Lubis-Raja Bakhtiar (BARA) nomor urut 3.

 Sedangkan Pilgub Kepri diikuti dua pasang yakni Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura nomor urut 1 dan H Muhammad Firmansyah-Aunur Rafiq (HMR-AURA) nomor urut 2. (msa)

Exit mobile version